Melongok Desa Teladan Uning Pune Gayo Lues

HARI itu cuaca cukup bersahabat, dengan disertai tiupan angin segar serta asrinya suasana pedesaan dan indahnya kicauan burung yang memecah kesunyian  di sepanjang jalan,  penulis menjejakkan kaki di Kampung Uning Pune di Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues.

Di lokasi Desa Uning Pune ini ada beberapa hal yang sangat menarik perhatian penulis, salah satunya meningkatnya kesejahteraan masyarakat dibanding beberapa tahun yang lalu.

Di bawah kepemimpinan Camat Putri Betung, Said Idris, Uning Pune telah pandai bersolek. Wajah kampung yang dulu bisa dikatakan tertinggal, namun kini begitu cantik. Belum lagi daerah itu kini mampu mengharumkan Gayo Lues  sebagai desa teladan nomor satu tingkat kabupaten serta peringkat wahit se Provinsi Aceh.  Bahkan enam besar tingkat Nasional tahun 2015 lalu.

Apa yang menyebabkan Desa Uning Pune unggul dan punya kelebihan dari seluruh desa yang ada di Aceh? Pertanyaan inilah yang mendorong penulis tiba di kampung ini.

Ternyata salah satu keunggulan wilayah tersebut yakni; baiknya tata ruang desa yang kian teratur dan rapi, administrasi pembukuan yang transparan dan akuntable, bidang pendidikan dasar terutama sekolah PAUD terbaik se Aceh.

Lain itu, kehidupan rukun tetangga masyarakat cukup solid, sehingga menjadi desa percontohan dari 145 desa yang ada di Kabupaten Gayo Lues.

*Potensi Alam Sangat Mendukung

Hemat penulis ada 3 potensi tanaman pertanian yang menjadi andalan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti; tanaman kakao (coklat), sirsak dan  jagung. Tanaman ini merupakan harapan masa depan untuk menata hidup warga setempat.

Pengulu (Kades) Kampung Uning Pune, Rabi Thalib dalam perbincangannya dengan LeuserAntara. com, menyebutkan, resep atau kiat memajukan masyarakat Uning Pune salah satunya  adalah menjaga kekompakan, disiplin dan rajin bekerja. Selanjutnya hidupkan amalan masjid dan amalan di mushala.

Menurut dia, warga di Desa Uning Pune sangat berharap ke depan mampu menjadi pusat percontohan pertanian dan administrasi desa serta tempat rekreasi masyarakat di luar Putri Betung. Belum lagi di sana terdapat taman wisata Gunung Leuser.  Ditambah tempat laboratorium dunia flora dan fauna serta  area arum jeram yang terbaik se dunia.

Seiring waktu yang terus berdetak, dialog kami pun akhirnya berakhir. Setelah berpamitan dengan nara sumber saya juga selanjutnya beranjak pulang. Namun, ada pertanyaan yang masih bermain dibenak penulis, tentang impian masyarakat  di sana yang berharap sumber potensi alam yang ada mampu berkontribusi besar untuk daerah.

Tentunya hal itu bisa terwujud jika seiring dengan dukungan serta perhatian stakeholder terkait di Kabupaten Seribu Bukit ini.[]

**(Red/Ibrahim MY wartawan LeuserAntara di Gayo Lues) 

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*