Beranda ACEH TENGAH Melirik Pengrajin Grupel di Gayo

Melirik Pengrajin Grupel di Gayo

BERBAGI

TIDAK selamanya limbah kayu terongok sia-sia tanpa nilai. Bisa jadi dari sampah hutan ini ada income pendapatan yang bila dimanfaatkan mampu mendongkrak ekonomi warga.

Grupel misalnya. Jenis kayu yang hanya tumbuh di alam Gayo, Provinsi Aceh ini. Selain batangnya yang dapat diolah menjadi bahan industri juga bongkahan akar dan jendolannya (tomoh-Gayo) dapat dijual dengan harga tinggi.

Seperti yang dilakukan Sudiono, pengrajin grupel di Dusun Pestak, Kp. Tansari, Aceh Tengah. Melalui keterampilannya, ia kerap mengolah sampah kayu menjadi barang indah yang bernilai jual tinggi.

“Sejak 1997 hingga kini, saya menekuni kerajinan mengolah bongkahan grupel. Meski bahan baku mulai langka, namun saya tetap menjalankan usaha ini,” kata Sudi Grupel, demikian ia akrap disapa, Rabu (31/1) dalam perbincangannya dengan LeuserAntara.com.

Walau pengorder bahan grupel seperti; meja, kursi dan alat hias lainnya mengalami pasang surut, namun ada saja peminat yang menghabiskan rupiahnya untuk memiliki barang prabot di sana. Harganya juga bervariatif mulai dari jutaan sampai puluhan juta, tergantung keindahan motif pada kayu.

Memenuhi tingginya permintaan pasar, pengrajin grupel ini juga rutin berburu bahan baku disejumlah kecamatan. Diantaranya; Kecamatan Pegasing, Ketol, Lut Tawar dan Kute Panang. Lokasi-lokasi tersebut memiliki potensi menghasilkan grupel dengan kwalitas tinggi.

“Bicara kwalitas, semua tempat memiliki hasil sama. Hanya saja, lain tempat, beda pula motif hias yang keluar dari bahan grupel ini,” ungkap pengrajin berstatus PNS di Pemkab Aceh Tengah.

Karya seni Sudiono, selain dicintai konsumen lokal, juga diminati pasar luar daerah. Bukan saja dari Pulau Jawa dan Sumatera, namun merambah hingga sampai ke Negeri Jiran, Malaysia.

“Pemasarannya sudah tidak sulit. Tinggal bagaimana kesanggupan kita untuk mengolah dan memenuhi tingginya permintaan pasar. Saya berharap ada perhatian pemerintah dalam upaya membantu fasilitas pengrajinnya,” ringkas Sudi.[]***Irwandi MN

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here