Beranda ACEH TENGAH Media di Gayo “Terlupakan” Bupati Mengaku Khilaf

Media di Gayo “Terlupakan” Bupati Mengaku Khilaf

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): Puluhan wartawan dari media cetak maupun elektronik di Dataran Tinggi Gayo protes terhadap kebijakan Pemda Aceh Tengah yang “mengenyampingkan” pentingnya peran ¬†pers dalam moment apresiasi penyerahan penghargaan di malam puncak HUT ke 73 RI.

Dalam kesempatan penyerahan penghargaan 17 Agustus 2018, khusus untuk kategori promosi wisata daerah, kuliner dan lainnya, Pemda telah memberi penghargaan bagi pengelola akun instagram berdasarkan banyaknya followers.

Namun disayangkan, di moment malam penghargaan tersebut, peran media yang sejak 2013 lalu, biasanya mendapat “tempat” terkesan terlupakan dan tidak diapresiasi oleh Pemda. Sementara, selama ini dalam membantu promosi setiap program pemerintah, selain peran Medsos ada kontribusi aktif para pelaku media di daerah kopi itu.

Adanya dugaan ketimpangan dalam penentuan kategori penghargaan tersebut, menimbulkan kekecewaan insan pers dan buntutnya sekitar 25 orang wartawan mewakili sejumlah media berinisiatif beraudiensi mempertanyakan hal itu ke bupati Aceh Tengah, Senin (20/8) di ruang kerjanya.

“Pada prinsipnya kami mendukung setiap promosi daerah oleh pengelola akun instragram maupun karya serupa lainnya yang diapresiasi Pemda, tapi jangan lupakan peran media,” kata Irwandi MN koordinator wartawan.

Menyikapi hal itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela AB yang didampingi Kabag Humas, Mustafa Kamal menyebutkan, tidak ada unsur kesengajaan pihaknya ( Pemda) dalam pemberian penghargaan atas “alpanya” ¬†apresiasi untuk kategori media.

“Dari wartawan sudah ada Bahtiar Gayo. Dia sendiri terlibat aktif dari 5-6 orang yang masuk SK di kegiatan PKA. Pemberian penghargaan untuk beliau juga semuanya spontan. Mungkin untuk (kategori-red) media ada kekhilafan dan kami minta maaf,” kata Shabella.

Menurutnya, guna membenahi persoalan yang disampaikan insan pers, ke depan Pemda Aceh Tengah akan lebih selektif dalam pemberian apresiasi penghargaan.

“Kedepan akan kami benahi. Dan perlu diketahui, tidak pernah ada larangan untuk wartawan menjumpai kami. Selama ini ada saja wartawan yang menemui saya di sini. Tapi mana beritanya?” ucap Shabela menjawab pertanyaan S. Zetha seorang juru warta lainnya yang meminta Pemda/Humas Aceh Tengah untuk lebih membangun keharmonisan dengan awak media.

Sementara dalam audiensi itu, selain bupati Aceh Tengah, Kabag Humas, para insan pers mewakili beragam media, juga turut serta Jurnalisa selaku Ketua PWI Aceh Tengah.[] (Red)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here