Jpeg

Masyarakat Penggalangan Tuding Petugas Japlek Rampas Tanah Rakyat

Blangkejeren (LeuserAntara): Masyrakat Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, menuding tanah perkubunan masyrakat setempat, berlokasi di Aih Uning, diduga akan dirampas oleh petugas Japlek perpanjangan tangan dari Dinas Kehutanan.

Apalagi diduga tanpa dasar mereka mengkalim tanah kebun masyrakat sebagai hutan lindung.

Masyrakat setempat, Iskandar Minggu (12/11/2017) mengatakan, data kartu keluarga sudah terkumpul di petugas Japlek, sebanyak 400 Kepala Keluarga, sementara ketua kelompok tani dari Desa Penggalangan, tidak pernah memberikan Kartu Keluarga tersebut.

“Pengulu Desa Penggalangan, dan Sekdes juga tidak mengetahui kalau lahan perkebunan masyarakat telah diklaim oleh Japlek, begitu juga dengan Penyuluh Perkebunan Nazarudin yang bekerja di wilayah Penggalangan, juga tidak pernah memberikan Kartu Keluarga masyrakat ke pihak Japlek,” jelasnya.

Dikatakan, pihak Japlek membentuk petugas atau kaki tangannya di Desa Penggalangan, sehingga tanpa diketahui oleh Penghulu dan tokoh masyrakat tiba – tiba mereka mengukur tanah kebun masyrakat, serta peta lokasi daerah Aih Uning.

Daerah tersebut yang diklaim sebagai hutan masyrakat batas nya mulai dari samping bandara sekitar 500 meter sampai ke perbatasan hutan.

Yang dipertanyan, tanah kebun milik salah seorang petugas Kehutanan Gayo Lues, tidak masuk dalam kawasan hutan lindung sementara tanah miliknya berada ditengah, hanya ditetapkan oleh petugas Japlek tanah milik petugas kehutanan tersebut sebagai HPL.

“Pihak Japlek menganjurkan, kepada masyarakat yang lahan kebunnya berada di Aih Uning, membuat surat ijin dari Japlek dengan jangka waktu 35 tahun. Namun, masyarakat yang berkebun disana telah duluan memiliki sertifikat tanah dari BadanPertanahan Negara (BPN) melalui prona,” jelasnya.

Kami takut lahan perkebunan dikuasai oleh Japlek, hak masyarakat tetap kami perjuangkan meskipun terjadi pertumpahan darah, sebutnya.(TR)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*