Beranda ACEH TENGAH Malam Ini Pembukaan Konferensi Adat Gayo

Malam Ini Pembukaan Konferensi Adat Gayo

BERBAGI

TAKENGEN |LeuserAntara| 4 kabupaten serumpun Gayo di Aceh, dijadwalkan mengikuti konferensi masyarakat adat yang digelar 11-13 Desember di Linge Land, Aceh Tengah.

Tujuan konferensi yang diikuti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara untuk mengukuhkan lembaga dewan adat Gayo dan pemangku adat Gayo.

“Wujud dari lembaga adat Gayo untuk melesrtarikan budaya agar terhindar dari kepunahan. Disamping itu lembaga dewan adat ini juga berfungsi menangkal sikap atau peraturan Qanun Wali Nanggroe yang tidak mengakui keberadaan budaya atau suku Gayo dan suku suku lainnya kecuali etnik Aceh,” kata Aramiko Aritonang, Setering Comite (SC) Konferensi Masyarakat Adat Gayo, kepada, Jumat (11/12).

Peserta konfrensi masyarakat adat Gayo ini sendiri lanjutnya, terdiri dari; tokoh adat, akademisi dan ulama dari masing masing kabupaten yang mengirimkan 8 peserta. Mereka nantinya akan di kukuhkan sebagai pemangku adat.

“Konferensi Gayo serumpun ini baru pertama digelar di wilayah tengah Aceh. Keberadaannya selain untuk melestarikan budaya juga ingin menguatkan idenditas, bahwa Gayo itu adalah sebagai masyarakat pribumi di Aceh dan ini juga di kuatkan dengan literatur sejarah Kerajaan Gayo (Raja Linge). Di mana keturunan terakhir Kerajaan Linge, Iskandar Muda yang merupakan raja pertama di ujung Sumatera (Aceh),” paparnya.

Hal tersebut, lanjut Aramiko diperkuat dengan hasil temuan tim Arkeologi Medan di Ujung Karang dan Loyang Mendale, Kec. Kebayakan, Aceh Tengah. Yang mana tim arkeolog telah menemukan kerangka manusia dari ras Australomelanasoid berusia 7400 tahun yang lalu. “Ini salah satu bukti sejarah yang menjadi materi yang akan kami bahas dalam konferensi ini,” ringkasnya.

Direncanakan, malam ini ba’da shalat isya di Hotel Linge landa kegiatan tersebut aka dibuka.(Ir)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here