Beranda BENER MERIAH

LSM Desak Petugas Hukum Usut Pemotongan Dana CFW di Bener Meriah

BERBAGI

index

REDELONG |LeuserAntara.com| Adanya dugaan pemotongan dana Cash For Work (CFW) yang disalurkan oleh pihak BPBD Bener Meriah di Cekal Baru, Kec. Timang Gajah, kini kian menjadi pembicaraan hangat ditengah masyarakat.

Atas persoalan itu, Ormas PRBM (Persatuan Rakyat Bener Meriah) mendesak petugas hukum untuk mengusut tuntas kasus pemotongan dana kebersihan bagi korban gempa di Gayo ini. Sehingga ke depannya tidak ada lagi yang dirugikan dalam realisasi pencairan setiap dana bantuan.

“ Berdasarkan temuan kami di lapangan, terindikasi ada pemotongan dana kebersihan di Cekal Baru. Namun, mencuatnya persoalan tersebut di media masa, menyebabkan sebagian masyarakat mulai bungkam. Mereka diduga ditakuti-takuti oleh oknum penyalur bantuan ,” kata Ardiata, Sekjen PRBM didampingi Humasnya, Guntari , Rabu (22/1) di Redelong.

Diakui Ardiata, turunnya pihaknya mengumpulkan data di Cekal Baru sebelumnya, setelah mencuatnya kasus tersebut di media cetak. Sementara, tujuannya utamanya yakni berupaya mendampingi masyarakat setempat bila ada upaya dalam menempuh jalur hukum mengenai pemotongan dana CFW.

“ Secepatnya kami akan melaporkan data yang telah diperoleh dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian maupun kejaksaan atas kasus ini. Kita berharap petugas hukum dapat mengusut tuntas, siapa oknum pelaku dibalik kasus pemotongan dana CFW? Yang jelas pengakuan warga Cekal, dana tersebut disalurkan petugas berpakaian pegawai ,” jelas Ardiata.

Guntari menambahkan, menyimpulkan hasil ‘penyelidikan’ pihaknya di Cekal Baru, mayoritas warga korban gempa di sana telah dirugikan akibat pemotongan dana CFW. Hanya sebagian kecil warga yang dananya tidak dipotong. Sementara, kuat dugan dana tersebut dipungut petugas penyalur bantuan dari BPBD Bener Meriah.

“ Pengakuan masyarakat, oknum petugas mengiming-imingi dana yang sudah dipotong untuk digunakan sebagai uang ‘pelicin’ supaya bantuan rehab rekons cepat diturunkan. Namun, bila informasi itu benar adanya dan aksi pemotongan ini dapat dibuktikan melalui proses hukum, kami kira kepala BPBD Bener Meriah selaku penanggungjawab harus siap mundur dari jabatannya,” ujarnya.

Selebihnya lanjut Guntari, menyangkut kepentingan masyarakat korban gempa di Cekal, pihaknya juga berharap adanya tindakan tegas dari Pemda Bener Meriah. Misalnya seperti memberi sanksi tegas bila terbukti ada oknum pegawai yang ‘bermain’ dalam penyaluran bantuan gempa Gayo.
“ Bila tidak ada yang merespon atau menanggapi persoalan indikasi pemotongan dana bantuan kebersihan di Cekal Baru, kami (Ormas PRBM-red) akan menurut masa dalam jumlah besar untuk berdemo,” ucap Guntari.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, masyarakat di Cekal Baru, Bener Meriah mengaku mengalami tindakan pemotongan dana kebersihan dari petugas penyalur bantuan. Meski warga tidak mengetahui secara pasti dari instansi mana oknum petugas tersebut, namun mereka mengaku mendapat pemotongan yang cukup bervariasi, mulai dari jumlah terkecil hingga Rp1 juta/KK.

Sementara Kepala BPBD Bener Meriah, Armaida saat dikonfirmasi sebelumnya, mengaku pihaknya telah menyalurkan bantuan tersebut sesuai prosudur. Tidak ada pemotongan apapun dalam pencairan dana CFW. Bahkan, ia akan menindak tegas bawahannya apabila ditemukan melakukan pemungutan liar. (NM/Red).

Komentar Via Facebook

1 KOMENTAR

  1. saya sebagai warga cekal baru dan saya penerima dana cash for work “DEMI TUHAN SAYA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN SEJUMLAH UANG APALAGI SAMPAI Rp.1.000.000,-kepada siapapun untuk tujuan apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here