Beranda ACEH TENGAH

Laporan Khusus: Tahun Pertama Shabela Bersama Rakyat Gayo Lut

BERBAGI

TIDAK terasa sejak dilantik Desember 2017 lalu sekitar setahun sudah Shabela Abubakar memimpin Kabupaten Aceh Tengah. Meski ada kebijakan yang pro kontra dinilai masyarakat, namun bupati daerah kopi ini telah berbuat nyata demi kemajuan rakyatnya.

Sebagaimana diketahui, diawal-diawal masa jabatannya setelah terpilih sebagai bupati Aceh Tengah di Pilkada 2017, pasangan Shabela-Firdaus (Shafda) kerap belusukan ke setiap kecamatan yang ada di sana.

Bukan sekedar belusukan, Bela demikian ia akrab disapa mulai merekam setiap keluhan warga, terutama soal kesenjangan akibat rapuhnya sebagian jembatan penghubung di kecamatan.

Bukan sekedar meresfon, Bupati Bela juga langsung melakukan pembenahan dan mulai membangun sejumlah jembatan utama penunjang kebutuhan masyarakat seperti; di Kec. Pegasing, Jagong Jeget dan Linge yang kondisinya dinilai tidak layak dilalui dan mengancam pengguna jalan.

Selain pembenahan sarana penghubung dimaksud,  di bawah kendali bupati Gayo Lut ini juga telah mulai menata serta meraih sejumlah prestasi di bidang budaya, pendidikan olahraga dan lainnya.

Di bidang budaya misalnya, Shabela berhasil membawa tari sining dan keni gayo (kendi) yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Sedangkan, di bidang pendidikan, melalui SMK Negeri 1 Takengen, Kabupaten Aceh Tengah mampu bersaing dan muncul sebagai 10 besar sekolah sehat se-Indonesia.

Sementara, kemajuan olahraga juga tak mau ketinggalan dan kian menggeliat di bawah kepemimpinan Shabela. Teranyar, duta olahraga dari daerah berhawa sejuk ini mampu menempatkan diri dengan bertengger di pringkat 5 besar PORA 2018 se-Aceh yang digelar di Kota Jantho, Aceh Besar.

Kelassemen akhir peroleh medali terbanyak yang diraih Aceh Tengah di Jantho tersebut yakni; 31 medali emas, 36 perak dan 33 perunggu. Hasil tersebut telah mendongkrak prestasi daerah kopi ini naik 4 tingkat dari sebelumnya yang meraih 15 keping emas dan menduduki peringkat 9 di PORA Idi, Aceh Timur, 2014 lalu.

Prestasi yang dicapai kabupaten “Negeri Atas Awan” ini tentunya selain karena besarnya dukungan bupati, juga tidak terlepas dari  peran serta seluruh pihak terkait di bawah pimpinan sang bupati.

Selain itu, guna mengatasi keluhan masyarakat tentang kondisi sejumlah lokasi  yang kerap tergenang air disaat musim penghujan di seputaran kota, bupati Aceh Tengah ini kini telah mengintruksikan jajarannya  untuk membangun drainase dan trotoar. Proses pembangunan fasilitas umum itu saat ini sedang berlangsung di Kota Takengen.

Selanjutnya, prestasi daerah yang sudah ‘mentradisi’ sejak kepemimpinan bupati sebelumnya berupa  WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang kembali mampu dipertahankan Aceh Tengah dalam laporan Pengelolaan Keuangan TA 2018 untuk ke 9 kalinya.

*Tatap 2019 Menuju Aceh Tengah Lebih Baik

Meski masih ada kekurangan di tahun pertama dalam upaya pembangunan fisik Aceh Tengah ke arah yang jauh lebih baik dari sebelumnya, namun bupati Shabela berkomitmen di 2019 upaya pembenahan akan dimaksimalkan sesuai kemampuan daerah.

“Sebagai pelayan masyarakat, tugas kami bukan saja membangun kesejahteraan masyarakat di segala lini di 2019. Namun bagaimana, menjalankan kebijakan yang pro rakyat sampai berakhirnya masa jabatan kami,” ungkap Shabela.

Menurutnya, belum maksimalnya pembangunan fisik di 2018 lantaran Kabupaten Aceh Tengah tidak mendapat alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang nilainya mencapai sekitar 120 M. Pun begitu, roda pembangunan pemerintahan saat ini masih tetap berjalan sesuai kemampuan daerah.

InsyaAllah di 2019 maupun di tahun-tahun berikutnya setiap kekurangan yang kita rasakan bersama saat ini bisa segera dibenahi, sehingga Kabupaten Aceh Tengah mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik di masa mendatang,” ungkap Shabela Abubakar.[] (R02)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here