Beranda HADITS Label Kopi Wine dan Geisha Dalam Perspektip Islam

Label Kopi Wine dan Geisha Dalam Perspektip Islam

BERBAGI

Label Kopi Wine dan Geisha Dalam Perspektip Islam

Oleh: Montazeri

Bismillahirrahmanirrahim

Allah berfirman, menceritakan sifat syariat Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Beliau menghalalkan yang thayyibat untuk mereka, dan beliau mengharamkan al-Khabaits.” (QS. al-A’raf: 157).

Thayib secara bahasa artinya baik. Khabaits, bentuk jamak dari khabits, yang artinya sesuatu yang menjijikkan.

Semua yang halal adalah thayyib, dan semua yang haram adalah Khabits. Artinya, Allah memberikan nama yang baik untuk yang halal dan Allah memberikan nama yang buruk untuk sesuatu yang haram.

Karena, memberi nama yang baik untuk sesuatu yang baik, dan memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang buruk, bagian dari mengikuti petunjuk Allah.

Pemberian nama yang baik untuk Kopi  Gayo adalah sebuah keharusan.
Kopi adalah salah satu bagian nikmat rezki biji bijian yang diberikan Allah kepada kita, dan sudah selayaknyalah kita bersyukur dengan memuliakannya dan tidak meremehkan nya.

Yaitu dengan memberikan nama yang baik untuk kopi itu sendiri

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman al quran Surah An-Nahl, ayat 11:

يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

saat ini di luar gayo bahkan di daerah gayo sendiri muncul berbagai ragam lebel dan penamaan kopi yang beraneka ragam, salah satunya nama kopi WINE dan GEISHA .

Entah bagaimana awalnya muncul penamaan kopi tersebut dan muncul ke permukaan pasar sebagai produk unggulan dan yg dibanggakan.

Akan tetapi tahukah kita arti kata wine dan geisha tersebut ?

Wine adalah minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi anggur atau buah-buahan lain. ( sumber Wikipedia )

Yang dalam bahasa arabnya wine itu berarti khamar yang dalam bahasa indonesianya minuman yang memabukan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman al quran Surat Al-Maidah, ayat 90:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
(Indonesian)

Kita kaum muslimin diperintahkan untuk menjauhi dari meminum khamar apalagi sampai dengan meminumnya.

Dan selayaknya Kopi Gayo tidak dilabeli dengan nama wine atau khamar atau sejenisnya karena didunia untuk kita Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengharamkan kita untuk meminum khamar atau minuman yang memabukan lainnya.

Meskipun, dengan penamaan itu tidaklah merubah kehalalan kopi tersebut, hanya saja, dari etika memberi produk halal dengan nama produk yang haram bukanlah adab yang baik apalagi hikmah.

Masih banyak nama nama yang lain untuk kita labeli pada Kopi Gayo, sperti peaberry, natural, robusta dan lain-lai, tentunya nama yang baik baik.

Bagaimana jika kelak anak cucu kita tidak bisa membedakan yang mana kopi atau wine? Tentunya, ini membingungkan dan tidak tertutup kemungkinan anak cucu kita akan meminum wine yang aslinya karena bagi mereka sama saja dengan kopi. Dan tentunya hal ini bisa kita cegah dari sejak dini.

Kemudian kopi geisha tahukah kita apa itu geisha?

Geisha dari budaya Jepang yang merupakan wanita yang dilatih memberikan hiburan serba bisa baik dari segi menyanyi, menari, maupun bermain musik. Bahkan tidak jarang yang mengkaitkannya dengan praktek prostitusi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

Surat Al-Isra, ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Surat An-Nur, ayat 31:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Oleh karena itu, tidaklah layak geisha ataupun wine disandingkan terhadap Kopi Gayo yang telah jelas minuman halal ataupun melebeli Kopi Gayo dengan nama wine, geisha ataupun sejenisnya.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhaiallahu ‘anha, ia berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يغير الإسم القبيح إلى الإسم الحسن (رواه الترمذي).

“Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik” (HR. AT-Tirmidzi).

Sudah selayaknyalah kita memberikan nama yang baik untuk semua produk makanan kita, sehingga tidak membingungkan kaum muslimin yang lain.

Dan efek negatif terhadap putra putri kita kelak. Masih banyak nama-nama yang lain untuk produk Kopi Gayo kita.

Tulisan ini tidaklah bertujuan untuk merendahkan produk kopi manapun melainkan bertujuan saling menasehati dalam kebenaran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

al quran Surat Al-Asr, ayat 3:

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Allahu a’lam.

Penulis : direktur Marketing Tampah kopi, Montazeri.

Buletin – Sabtu, 21 Rabiul Awwal 1439 H / 9 Desember 2017 / kopi wine + geisha

*Foto diambil dari Google (ilustrasi)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here