Saran Untuk Penyelenggara Pacuan Kuda Gayo

Opini

Oleh : Sahabul Adri

Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Ibukotanya adalah Takengon, sebuah kota kecil berhawa sejuk yang berada di salah satu bagianpunggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera.

Takengon itu negeri yang indah. Banyak destinasi wisata yang tidak akan bosan kitadatangi. Banyak sekali spot foto cantik di seputar Takengon.

Wisata alam, budaya,perkebunan, kuliner, olahraga sepeda dan selam di danau, bisa kita lakukan di Takengon, karena trenya lagi pacuan kuda maka, kita bahas Pacuan Kuda saja biar Kekinian.

Objek wisata Pacuan Kuda merupakan objek wisata yang sangat popular di kalangan wisatawan domestik, sehingga objek wisata Pacuan Kuda memiliki peluang untuk menjadi sebuah destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Namun sebelum dijadikan sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia perlu dilakukan suatu evaluasi agar lebih tertata dan memiliki nilai jual bagi wisatawan.

kalau menurut saya pribadi, alangkah baiknya jika mengunakan model CIPP ditinjau dari tahapan- tahapan context, input, prosess dan product. ini dilakukan untuk mengkaji dan memperoleh informasi yang akurat dan objektif serta membandingkan apa yang telah dicapai dalam pelaksanaan sebelumnya.

Adapun permasalahan yang harus dikaji yang pertama itu tentang Sarana dan prasarana, saya rasa sudah waktunya untuk dibuatkan stadion khusus untuk pacuan kuda agar kita yang menonton mulai dari star sampai finis, kelihatan betapa serunya aksi kejar kejaran antara si zingo dan si tentem bayak, mengulang kenangan saat di blang kolak dulu.

Yang kedua itu tentang bagaimana mengelola dan menata agar pedagang, hiburan hiburan masarakat terlihat rapi, bersih dan menarik.

Yang ketiga tentang mempublikasikan Pacuan Kuda entah itu berupa artikel, jurnal atau menjadi pemateri dalam pertemuan nasional maupun internatinonal dan yang terakhir peran WH dalam mengawasi maksiat dan perjuadian.

Disini ada peran bupati, yang saya harapkan, lebih tepat untuk bupati yang baru. karena bupati yang lama sudah terlalu lelah, dalam memimpin Takengon selama kurung lebih waktunya 2 (dua) priode.

Sebagai tambahan, untuk untuk bupati yang baru agar menjalin kerjasama lebih baik dan berkelanjutan, dengan pihak-pihak berkompeten dan berpengalaman dibidang pariwisata seperti travel dan hotel, sehinga roda perekonomian tumbuh dan berkembang di Takengon dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Oleh: Sahabul Adri AR, S.Pd. M.Pd.

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*