Beranda ACEH TENGAH KPH Dan Polres Aceh Tengah Gerebek Kawasan Illegal Logging Di Karang Ampar

KPH Dan Polres Aceh Tengah Gerebek Kawasan Illegal Logging Di Karang Ampar

BERBAGI

Takengen (Leuser antara): Puluhan hektare kawasan hutan produksi di Aceh Tengah, Provinsi Aceh, dirambah secara merajalela. Kasus teranyar, pihak terkait melalui operasi gabungan berhasil mengamankan 91 kayu illegal logging olahan dengan  kwalitas terbaik jenis miranti di Karang Ampar, Kec. Ketol.

Dalam operasi gabungan petugas dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah II (dua) Aceh dan Polres Aceh Tengah pada 29 Oktober 2018 kemarin, selain mengamankan barang bukti (BB) kayu juga menciduk seorang tersangka (SW) merupakan warga Karang Ampar serta 4 unit sepeda motor untuk pelangsir yang sudah dimodifikasi.

“Info awal perambahan ini kami terima dari masyarakat pada 27 Oktober. Selanjutnya melalui operasi gabungan bersama Polres Aceh Tengah kami melakukan penggrebekan di Karang Ampar. 91 kayu olahan tanpa dokumen (izin) beserta unit sepeda motor dan seorang tersangka berhasil diamankan,” kata Anbiya, S.Hut Kepala KPH wilayah II Aceh kepada Leuser Antara.com, Rabu (7/11) via selular di Takengen.

Menurutnya , illegal logging di Karang Ampar selain terjadi di hutan produksi juga telah merambah sebagian kawasan hutan lindung. Hal ini diduga turut memicu terjadinya konflik manusia dan gajah dampak dari rusaknya habitat hewan berbelalai tersebut.

“Perlu diketahui selain di Karang Ampar perambahan kayu hutan juga telah terjadi di kawasan lainnya seperti di; Kenawat, Kec. Lut Tawar, Tanoh Depet, Kec. Celala dan Arul Badak Pegasing. Malah dari laporan warga perambahan hutan saat ini masih banyak terjadi di areal lainnya di daerah ini,” ungkapnya.

Sementara, saat razia berlangsung di Karang Ampar, petugas KPH dan kepolisian selain harus melalui medan yang sulit, juga harus membawa barang bukti kayu meranti dipridiksi berusia 200 tahun dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer dari hutan ke lokasi pemukiman warga.

“Kayu illegal logging yang disita ini memiliki kwalitas terbaik dengan harga jual berkisar Rp140.000 hingga Rp155.000/keping. Diduga kayu olahan ini akan dijual ke luar daerah seperti Biruen dan Aceh Utara,” papar Anbiya.

Lain itu¬† ia mengimbau ke masyarakat, meski hutan produksi dapat diolah untuk kebutuhan hidup, namun warga hendaknya melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak KPH. “Hasil hutan produksi bisa dimanfaatkan masyarakat. Tapi tentunya harus melalui prosedur dan izin yang berlaku,” sebutnya.

Terpisah, sebelumnya Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hariajadi melalui Kasatreskrim Iptu Agus Kiswanto Diputra kepada wartawan membenarkan pihaknya telah melakukan penangkapan tersangka illegal logging beserta BB kayu olahan di Karang Ampar.

“Benar kita sudah melakukan penangkapan terhadap tersangka illegal logging. Kini kasusnya sedang diproses,” jelas Agus.[] (R02)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here