Beranda BENER MERIAH

Kolam “Bidadari” Potensi Tersembunyi Dicelah Merapi

BERBAGI

NYANYIAN alam melepas senyap yang mendekap. Suara jangkrik bersahutan diantara gemericik air bening yang mengalir. Ada Kupu-kupu kecil berwarna indah saling berkejaran. Disudut lain, tampak sekawanan capung liar mengepak sayap, saling bergantian mencelup bagian ekornya ke kolam bening berhias ilalang.

Itulah sekilas suasana alami kolam pemandian “bidadari” yang mengandung belerang dan masih perawan terletak di lereng Bur Gerdung, Kp. Wih Porak, Kec. Pintu Rime Gayo, Kab. Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Ketika penulis menjejakan kaki di lokasi ini, ada potensi ruar biasa yang belum digali secara apik. Disekitar kolam telah berkembang area pertanian kopi, namun di titik aliran anak sungai yang menyerupai kolam berkedalaman 50 cm itu belum tertata rapi. Semak berilalang, kayu dan tumbuhan liar terlihat menjubel, menandakan lokasi ini terlantar.

Lain itu, jalur setapak menuju tempat tersebut cukup dekat dari pemukiman warga, jaraknya hanya ratusan meter. Begitu juga bila ditempuh dari jalan utama  lintas Bener Meriah-Biruen via Sp. Lancang-Kp. Rakal, pengunjung yang berkeinginan berwisata ke sana dapat dengan mudah mendatangi lokasi ini dengan kendaraan bermotor.

Menyambangi tempat ini,  pendatang akan dimanjakan dengan suhu air panas yang keluar menggelembung dari perut bumi dan berpadu dengan air berhawa dingin (tawar) yang mengalir dari puncak pegunungan. Uniknya, sumber mata air panas dimaksud hanya terdapat di lokasi itu, sedangkan di sekitarnya tak ditemukan.

“Area ini peninggalan orang tua saya. Dulu tempat pemandian ini kerap dikunjungi warga, tapi kini kondisinya tak terurus. Padahal, lokasi ini berpotensi jadi tujuan wisata,” sebut Khairul Akhyar pemilik lokasi kolam air panas dalam perbincangannya dengan penulis.

Bila dikelola dengan baik, sumber mata air panas ini dipridiksi dapat menjadi obyek wisata andalan di daerah “merapi” itu. Bahkan, mungkin bisa berkembang seperti halnya kolam pemandian air panas yang berada di kaki Burni Telong Kp. Simpang Balik maupun di Lampahan, kabupaten setempat.

“Jika lokasi ini mampu dibangun, tentu selain bisa jadi distinasi obyek wisata baru di Bener Meriah juga dengan sendirinya akan menumbuhkan income pendapatan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” papar Khairul.

Ternyata Kabupaten Bener Meriah bukan saja kaya akan komoditi kopi. Di wilayah berbatasan langsung dengan Biruen, Aceh Tengah, Lhokseumawe dan Lukup Serbajadi itu juga memiliki beragam potensi wisata mengagumkan. Namun disayangkan, sebagian masih “tersembunyi”  kurang dikenal khayalak sebagaimana keberadaan sumber mata air panas di Kecamatan Pintu Rime Gayo.[] **Irwandi MN

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here