KNRP Aceh Tengah dan Bener Meriah Kutuk Kebiadaban Israel

Takengen |LeuserAntara| Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh Tengah dan Bener Meriah, mengutuk keras kebiadaban yang dilakukan oleh Zionis Israel “Menutup Pintu Masuk Ke Masjidil Aqsha”.

Ketua KNRP Aceh Tengah- Bener Meriah, Rachmat Jayadikarta, SE, Rabu (26/7/2017) menuturkan, Masjidil Aqsha adalah tempat suci bagi ummat Islam dan ummat Islam hanya melaksanakan ibadah ke dalam kompleks Masjidil Aqsha tidak ada yang membawa senjata api dan bahan peledak.

Hal tersebut sudah sering dilakukan oleh serdadu Israel dengan melakukan sweping terhadap kaum Muslimin yang akan beribadah ke dalam kompleks Masjidil Aqsha.

Namun penjajah Zionis Israel menunjukkan rasa ketidak puasan mereka terhadap kaum Muslimin Palestina yang sedang mereka jajah, dengan menutup paksa kompleks Masjidil Aqsha.

Hal ini menunjukkan bahwa tindakan kesewenangan oleh Israel adalah suatu tindakan yang sudah melanggar hak asasi manusia untuk beribadah di tempat ibadah milik mereka sendiri.

Khalifah Umar Bin Khattab ketika melakukan pembebasan oleh kaum muslimin dari cengkraman Romawi Timur, tidak melarang kaum non muslim untuk beribadah di tempat ibadah mereka masing-masing.

Posisi Umar bin Khattab adalah sebagai penguasa dan pembebas Palestina (Syam) dan kaum non muslim sebagai kaum kafir “Dzimmi” (dalam perlindungan Kaum Muslimin dan Khalifah) selama tidak melakukan Peperangan terhadap kaum muslimin.

Maka kaum muslimin saat harus bangkit dari “Tidur Pulas” yang cukup lama. Jaringan Yahudi internasional baik premansory dan sejenisnya sudah melenakan ummat Islam dengan melakukan perpecahan di dalam tubuh Ummat Islam dengan membuat kubu – kubu yang saling bertikai, dan melenakan Ummat Islam dengan asimilasi budaya yang dipaksakan di akulturasi kedalam sendi kehidupan dan budaya ummat Islam.

Sadarlah kaum muslimin dan pemimpin-pemimpin ummat Islam agar melawan arogansi Zionis Israel. Jangan tunggu akhir zaman dengan datangnya Imam Mahdi dan turunannya Nabi Isa. AS baru semangat untuk melakukan pembelaan dan perlawanan terhadap jajahan Zionis Yahudi.

Sadar lah, sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim kan azab kepada kita, baru kita menyadari bahwa Masjidil Aqsha harus kita bantu bebaskan dari jajahan Zionis Israel.

Amanat UUD 45 “Penjajah Diatas Dunia Harus Dihapuskan”. Mengapa pemerintah kita/ Presiden RI tidak menjalankan amanah UUD 9145 tersebut, minimal dengan membuat pernyataan penolakan terhadap tindakan penutupan Masjid Aqsa oleh Zionis Israel.

Kemerdekaan Republik Indonesia dapat terwujud juga salah satunya karena adanya dukungan dari saudara kita seiman (Palestina dan Mesir).

Bayangkan jika pada saat itu tidak ada negara yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia dari jajahan zionis Belanda (ada Yahudi juga dari Belanda) karena sudah bersekutu dengan barat.

Apakah bisa legal di dunia Internasional adanya negara Republik Indonesia. Karena itulah “Ikhwah Islamiyyah” sangat diutamakan ketika salah satu negara yang berpenduduk Islam sedang di jajah.

Namun Palestina lebih istimewa. Karena, ada tempat suci ummat Islam yaitu Masjidil Aqsha dengan begitu banyak keutamaan nya dan keistimewaan nya bagi Ummat Islam”.

Mari, siapkan infaq terbaik kita untuk Masjidil Aqsha dan Palestina. Dari Gayo untuk Palestina.

Ayo donasi untuk rakyat Palestina.

atau bisa mengirimkan donasi terbaiknya, melalui KNRP Aceh Tengah dengan nomor rekening 707 4463 805 a.n Musdalifah. Bank Syari’ah Mandiri (BSM).(D3)

 

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*