Beranda BENER MERIAH Klarifikasi Dirut PT Santos Jaya Abadi

Klarifikasi Dirut PT Santos Jaya Abadi

BERBAGI

Berikut isi klarifikasi lengkap yang ditandatangani oleh Dirut PT Santos Jaya Abadi produsen Kopi Kapal Api, Soedomo Mergonoto.

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan berita dimuat di leuserantara.com pada tanggal 07 Juni 2018, melalui surat ini saya menegaskan bahwa dalam pertemuan Rakor dengan Dewan Ketahanan Nasional pada tanggal 06 Juni 2018 yang lalu, saya tidak pernah mengatakan seperti yang tertulis dalam pemberitaan tersebut. Hal mana bisa dicek dalam rekaman acara tersebut.

Perlu saya klarifikasikan mengenai histori rencana investasi Kapal Api di Bener Meriah, Aceh sebagai berikut:

1. Atas ajakan dari Dinas Transmigrasi maka pada tanggal 02 Maret 2011 kami dipertemukan oleh Dirjen Transmigrasi dengan Bapak Bupati Bener Meriah yang menjabat saat itu, Bapak Ir. H. Tagore Abu Bakar.

Dalam pertemuan tersebut kami membahas kerja sama investasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kabupaten Bener Meriah guna pengembangan komoditas tebu serta pembangunan pabrik gula dengan skala 12.000 TCD. Kemudian saya (menggunakan nama PT. Gayo Arindo) bersurat kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bp. Drs H.A Muhaimin Iskandar, MSi, tertanggal 07 Maret 2011 sehubungan dengan permohonan tersebut (surat terlampir).

2. Pada tanggal 10 Maret 2011 saya menerima tembusan surat dari Bapak Bupati Ir. H. Tagore Abu Bakar kepada Bapak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menyampaikan dukungan kepada PT. Gayo Arindo untuk berpartisipasi mendukung Program Nasional Swasembada Gula (surat terlampir).

3. Sekitar bulan Maret / April saya, Soedomo Mergonoto, bersama Dirjen Transmigrasi yang menjabat saat itu, Alm. Bp. Harry Heriawan Saleh, mengunjungi Bener Meriah. Kami sangat tersanjung dan terhormat karena di bandara kami disambut langsung oleh Bapak Bupati Ir. H. Tagore Abu Bakar dengan tarian tradisional serta diberikan selendang kehormatan. Setelah pembicaraan, kami diajak oleh Bapak Tagore untuk survey lahan sekaligus melihat lahan percontohan tebu oleh P3GI.

4. Tim kami melakukan survey lokasi pada tanggal 19-24 Maret 2011, tim yang berangkat adalah Samuel Karundeng, Christian Yuwono, Theodorus Galut dan Hamzah Adhi Martono. Hasil survey menunjukkan lahan datar yang merupakan milik masyarakat dan berupa bukit sehingga tidak sesuai untuk ditanami tebu.

5. Tanggal 09-24 Juli 2011 Kami membayar jasa konsultan untuk melakukan survey kembali di lahan tersebut dan konsultan bersama tim kami melakukan kunjungan lokasi. Hasil survey dari konsultan mengkonfirmasi keberadaan lahan yang sebagian besar berupa bukit sehingga tidak begitu cocok untuk ditanami tebu. Akhirnya kami memutuskan untuk mengundurkan diri dari Bener Meriah.

6. Kabupaten Bener Meriah sangat subur dan cocok untuk tanaman Kopi. Pada tahun 1980an, Mentri Perkebunan telah meminta saya, Soedomo Mergonoto selaku Dirut PT. Santos Jaya Abadi untuk melakukan investasi di Takengon. Saat itu saya melakukan kunjungan ke lokasi di antar oleh Bapak Ir. H. Tagore Abubakar yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan. Tetapi mengingat saat itu keadaan belum kondusif maka saya mengurungkan untuk investasi di sana.

7. Pada tanggal 06 Juni 2018, PT Santos Jaya Abadi produsen kopi Kapal Api diundang oleh Sekjen Wantanas untuk hadir Rakor dan ikut berpartisipasi membantu rakyat Aceh meningkatkan produktifitas kopi Gayo. Kapal Api sangat tertarik untuk berinvestasi di Bener Meriah tetapi tidak akan berkebun. Kopi akan ditanam dan dikembangkan oleh petani setempat dan lahan yang dibutuhkan sekitar 10-20 Ha untuk pembibitan dan penelitian kopi serta membina petani untuk transfer teknologi guna meningkatkan produktifitas kopi di daerah Takengon.

8. Kapal Api tertarik untuk membangun pabrik pengolahan kopi di Bener Meriah dan hasilnya akan dipromosikan ke luar negeri. Varietas yang akan dikembangkan mungkin adalah varietas Gayo (sebagaimana saat ini kami mempromosikan kopi Toraja di luar negeri, dari hasil perkebunan kopi di Tana Toraja yang dibina oleh PT. Sulotco Jaya Abadi, grup perusahaan Kapal Api). Harapan kami dengan dilakukannya hal ini maka akan dapat memberi nilai tambah atas kopi Gayo di Aceh.

 

Demikian klarifikasi saya dengan harapan dapat meluruskan berita yang beredar di media saat ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

Hormat saya,

Sedomo Mergonoto

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here