Kepala PDAM: “Soal Krisis Air Bersih di Pegasing Itu Urusan PT NK”

Takengen (LeuserAntara) : Soal krisis suplai air bersih dampak pengerjaan drainase oleh PT Nindya Karya (NK)/sub kontrak PT Ketiara Kontraktor di Kp. Kayukul, Kec. Pegasing, Aceh Tengah kian “buntu”.

Sejak terputusnya pipa akibat pengerjaan proyek beberapa bulan lalu, hingga kini sebagian masyarakat belum memperoleh air bersih. Warga di sana mengeluh dan berharap suplay air bersih segera ditanggani oleh pihak terkait.

“Kami kesulitan air bersih, jangankan untuk memasak, berwudhu juga sudah tak bisa. Belum lagi kini bulan Ramadhan beribadah juga terasa sangat terganggu,” Kata Elmansyah warga Kp. Kayukul, kepada LeuserAntara. com, Senin (4/6).

Hal senada, juga disampaikan warga Lr. Sara Ine diperkampungan setempat. Menurut warga, persoalan air bersih ini sudah sangat meresahkan. Bahkan permasalahan air tersebut sudah dilaporkan ke DPRK Aceh Tengah dalam dokument resmi ditandatangani oleh masyarakat dan ditembuskan ke bupati serta Dinas PUPR.

Menyikapi hal itu, Kepala PDAM Tirta Tawar Takengen, M Daud, saat dikonfirmasi via selular menyebutkan, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut ke pihak PT NK. Dalam hal ini pihak PDAM sudah berulang menyurati PT NK.

“Sudah berulang kami surati. Tapi sejauh ini tidak digubris pihak PT NK. Persoalan air bersih di Kec. Pegasing ini urusan PT NK karena mereka yang membongkar pipa,” sebut Daud.

Sementara, pejabat berwenang di PT NK saat dikonfirmasi sebelumnya di kantornya Jln. 1001 Kota Takengen, belum dapat memberikan keterangan resmi terkait persoalan krisis air di Kp. Kayukul. Hal itu lantaran adanya pergantian struktur petugas di internal PT NK wilayah II cabang Aceh Tengah serta belum turunnya SK dari pusat.

Catatan media ini, persoalan air bersih ini sudah berulang dimediasi warga baik dengan  PT Ketiara Kontraktor maupun PT NK. Namun hingga kini belum kunjung terealisasi dan mendapat perhatian serius dari pihak terkait  termasuk PDAM Tirta Tawar Aceh Tengah. [] (Laporan: Irwandi MN/foto direkam beberapa waktu lalu

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*