Beranda BERITA

Kasus Pencemaran Suku Gayo Ditangani Polisi

BERBAGI

Blangkejeren (LeuserAntara) : Kapolres Gayo Lues dalam waktu dekat akan memanggil oknum guru di Kec. Rikit Gaib tentang kasus tindakan pencemaran suku Gayo.

Kasus tersebut mencuat setelah beredarnya tulisan yang dikirim oleh oknum guru di dinding facebook miliknya tentang kata – kata tidak senonoh yang terhadap suku Gayo.

Pristiwa itu terjadi sebelum terlaksana pagelaran tarian saman massal 10.001 di daerah itu.  Kasus ini telah diproses penyelidikan oleh Polres, selanjutnya pihak keluarga dari oknum guru tersebut meminta penyelesaianya secara kekeluargaan dan hukum adat di Majlis Adat Aceh (MAA).

Namun, sampai hari ini belum ada surat penyelesain yang ditembuskan ke Polres, sehingga pihak kepolisian melanjutkan proses hukum terhadap oknum guru tersebut.

“Belum adanya keterangan, sampai dimana masalah tersebut diselesaikan di MAA, makanya oknum guru ini kita panggil kembali,” kata Kapolres Gayo Lues, AKBP Eka Surahman di ruang kerjanya Selasa (19/9/17).

Sebelumnya Camat Rikit Gaib Buniyamin telah membuat laporan ke Polres yang langsung diterima serta mengeluarkan surat keterangan tanda bukti lapor dengan nomor SKTBL / 53 / VIII / 2017 / SPKT.

Buniyamin juga telah membuat kesepakatan dengan oknum guru itu damai secara kekeluargaan yang diselesaikan dengan MAA dengan syarat yang diminta oleh pelapor yang menghina suku Gayo harus meminta maaf kepada masyarakat Gayo dan MAA. Pasalnya yang tersinggung bukan individu tapi masyarakat Gayo secara umum.

 Terpisah, menanggapi kasus itu, Ali Riski warga Blangkejeren mengatakan, bisa saja kasus tersebut diseselaikan dengan kekeluargaan, namun harus disampaikan hasilnya ke publik agar tidak terkesan penyelesaianya dilakukan secara tertutup.
“Selaku suku Gayo tentu saya tersingung jika ada pernyataan yang sifatnya pelecehan, karena tarian saman dan bines (seni etnik Gayo) kebangaan orang Gayo Lues. Kalau memang tidak suka ya, tak usah dilihat dan ditonton. Sebaliknya jangan menulis status di Facebook dengan kata yang tidak senonoh, apalagi pelakunya adalah seorang oknum guru,” ucapnya. [] (TR)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here