Beranda BENER MERIAH Kapolres Fahmi Ramli: Wartawan Memiliki Andil Menjaga Keamanan

Kapolres Fahmi Ramli: Wartawan Memiliki Andil Menjaga Keamanan

BERBAGI

Redelong (LeuserAntara): Saat Coffe  Morning dengan awak media, Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Ramli S. IK berpesan, bahwa wartawan memiliki peran menjaga keamanan. 

“Kita berkumpul dalam rangka ngopi dan sarapan bersama. Kemudian berbincang dengan wartawan,” sebut Kapolres Bener Meriah ini.

Dalam pertemuan ini sebutnya, semua komponen anak bangsa, terutama wartawan ikut berpartisipasi dalam rangka menjaga keamanan.

“Dalam hal ini, tentunya Polres Bener Meriah tidak mampu melaksanakannya sendiri, perlu kita bersinergi dan yang paling berperan itu adalah wartawan, apalagi saat ini tahapan Pemilu sedang berjalan,” sebutnya.

Dinamika politik sedang berjalan, kami berharap kepada media, saat membuat berita, adalah berita sejuk dan tidak membuat ketakutan para pembaca.

Karena dengan berita, dapat mempengaruhi opini masyarakat. Terutama di media sosial, berita Hoax yang sangat sulit dikontrol. Contoh, seperti isu penculikan anak yang kita lihat beredar di media sosial, ini adalah Hoax, sebutnya.

“Kami berharap, isu-isu yang meresahkan dapat ditangkal, agar tidak membingungkan masyarakat,” pinta Kapolres dan menyebutkan, Intinya, bagaimana caranya kita dapat bersinergi.

Dijelaskan Kapolres, terkait dengan tahanan narkoba di Bener Meriah mencapai 80 persen. Dan tidak cukup hanya menindak. Kami sudah memerintahkan babinkamtibmas agar melakukan sosialisasi.

“Bahkan presiden sudah menyatakan negara ini darurat narkoba. Yang bisa kami lakukan mengoptimalkan Kapolsek, babinkabtimas agar melakukan sosialisasi di lapangan,” katanya.

Terkai Kesiapan Polri Menghadapi Pileg dan Pilpres

Kapolres juga menjelaskan sejumlah kegiatan yang sedang mereka jalani dalam tahapan Pemilu dan Pilpres, penguatan sentra gakkumdu, pentingnya pencegahan dan antisipasi. Kemudian kepastian tentang apa yang dilaporkan, oleh pelapor jika diduga ada pelanggaran di masa kampanye ini.

Dijelaskannya, titik rawan dalam Pemilu, permasalahan pada pemilu itu langsung tidak ada. Tetapi masalah di Bener Meriah itu sendiri, contoh kasus LDII dan lainnya yang rawan ditunggangi kepentingan politik.

Demikian juga dengan isu tapal batas, ini juga bisa digunakan untuk isu dan kepentingan tertentu. Kami juga mengingatkan agar isu-isu ini tidak dimainkan, harap Kapolres.

“Terkait dengan netralitas anggota Polri itu harga mati. Netralitas harus dilaksanakan, kalau tidak dilaksanakan menjadi sumber kericuhan,” sebut Kapolres menjawab pertanyaan wartawan.

Terkait kewenangan, jika ditemukan ada oknum Polri yang terlibat dalam politik, mekanismenya harus diselesaikan oleh Bawaslu.

“Saya juga menyampaikan saat apel, walaupun calon legislatif itu ayah kandung saudara, atau saudara kandung anda. Tetap sebagai anggota Polri harus menjaga netralitas,” sebutnya.

Dilanjutkan, jika teman-teman media melihat, anggota Polri yang tidak netral bisa dilaporkan ke Bawaslu atau kepada kami di Polres.

Kami juga sudah perintahkan kepada semua Kapolsek di Bener Meriah agar membuat deklarasi damai hingga tingkat desa. Dan Alhamdulillah, Kapolsek, babinkamtibmas dan para Reje di kampung sudah melakukan hal ini.

Kami berharap, komitmen ini menjadi komitmen moral bagi para caleg-caleg di lapangan.

Dirincikannya, jumlah personil Polri Bener Meriah yang ikut terlibat dalam mengamankan pemilu sebesar 400 orang, dan TNI sebanyak 200 anggota. Kami sudah lakukan komunikasi dengan Dandim, semua sudah siap.

“Untuk Polres Bener Meriah akan ada BKO sebanyak 20 personil Brimob,” tutupnya terkait keamanan Pileg dan Pilpres 2019.(LA)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here