Kadistan: Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Diperketat

Blangkejeren (LeuserAntara): Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Noval, SP meminta kepada semua unsur dan elemen, untuk mengawasi pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penyelewengan dan penimbunan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.

Memperketat pengawasan terhadap proses distribusi pupuk bersubsidi pada periode musim tanam. Hari ini pupuk bersubsidi jenis urea telah masuk 60 ton ke Kabupaten Gayo Lues, kalau tidak ada kendala dengan pengangkutan besok masuk Sp.36, KCl, NPK, Za dan organik, sebut  Noval kepada Wartawan Senin (15/1/2018).

Dijelaskan, harus memonitor ketersediaan stok pada gudang distributor untuk mencegah terjadinya kekurangan pupuk subsidi dalam menghadapi musim tanam.

Kami terus meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran pupuk subsidi untuk mencegah kekurangan stok sekaligus untuk memastikan penyaluran pupuk betul – betul sampai ke petani.

“Dalam mengamankan pendistribusian pupuk bersubsidi dan mengantisipasi terjadinya kelangkaan di tingkat petani,” sebutnya.

Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang menentukan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, juga berperan penting dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional.

Oleh karena itu, ketersediaan, kualitas, keterjangkauan dan keandalan pupuk harus tetap menjadi salah satu prioritas utama dan perhatian khusus untuk mencapai target produksi.

Dengan demikian ketersediaan stok pupuk di gudang distributor terus dimonitor secara rutin.

Dalam pemenuhan kebutuhan pupuk menghadapi musim tanam, ia berpesan, kepada distributor dan pengecer untuk memperhatikan dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Distributor dan pengecer harus memenuhi kebutuhan pupuk di masa tanam secara tepat dan benar, harapan ke depan agar pupuk besubsidi dapat dimanfaatkan petani dengan baik, tidak terjadi penyelewengan dan penimbunan mari kita awasi bersama – sama karena ini barang subsidi,” jelasnya.

“Dalam hal pengawasan juga tidak terlepas dari Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdiri dari unsur kejaksaan, kepolisian, pertanian, perdagangan dan bagian Perekonomian Setdakab Gayo Lues, akibat ketiadaan biaya opersional tim ini sehingga kurang optimal dalam menjalankan tugasnya,” Demikian Noval.(TR)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*