Beranda BENER MERIAH

Kabag Humas Sikapi Sejumlah Cuitan di Medsos

BERBAGI

Redelong (LeuserAntara): Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Wahidi, S.Pd, M.Pd, Senin (3/2) menyikapi dengan maraknya postingan yang ada di media sosial baik di FB, Youtobe, istagram atau lainnya terkait dengan pesta rakyat dalam rangkaian Gamifest yang baru saja dilaksanakan pada 26-2 Februari 2020.

“Perlu kita sampaikan beberapa hal, yang tentunya hal ini nantinya dapat memberi pencerahan dan pemahaman sehingga masyarakat kita tidak lagi disuguhi dengan informasi-informasi hoaks dan berdampak negatif terhadap pembangunan di Kabupaten Bener Meriah,” ucap Wahidi.

Wahidi menerangkan, pelaksanaan pacuan kuda dalam rangkaian GAMIfest  2020 oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah merupakan hiburan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Terhadap kelemahan disana sini bukanlah sesuatu yg disengaja, seperti adanya sampah yang berserakan membuat pandangan mata tak nyaman, ini merupakan tingkat kesadaran pengunjung terhadap kebersihan masih perlu kita tingkatkan.

“Lalu apakah ini merupakan kesalahan panitia pada seksi kebersihan, tentu ini tidak fair, kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama dan harusnya kita jaga bersama termasuk orang yang membuat status dalam FB bertanggung jawab terhadap kebersihan ini,” ujarnya.

Wahidi menambahkan, terhadap adanya isu pungutan liar terhadap parkir yang telah ditentukan, sampai saat ini tidak ada kita temukan yang katanya tertulis 10.000 dibayar 20.000, ini juga harusnya disikapi secara profesional dan bijak.

“Tentu, kalau benar ini terjadi sudah masuk kedalam pemerasan atau penipuan, nah harusnya oleh korban melaporkan kepada pihak berwenang bukan malah ke dunia maya yang banyak corak orang dalam menterjemahkannya, yang pada ujung2 ini bisa menjadi Fitnah terhadap pemerintahan ,” terangnya.

Lebih jauh diterangkan Wahidi, permasalahan judi juga sudah kita sampaikan beberapa waktu yang lalu, bahwa perjudian ditempat-tempat terbuka tidak ada ditemukan, nah kalau memang ada yang melihat dilakukan ditempat  tertutup, harusnya ini dilaporkan kepada yang berwajib agar diproses, bukan malah diviralkan melalui media sosial.

“Kalau diviralkan dimedia sosial apakah masalah nya selesai? Tentu tidak, akan tetapi bila dilaporkan pastinya akan ditindak sesua undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Terkait dengan pembangunan tribun pacuan kuda, ini juga butuh proses tegas Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah itu, Pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik untuk rakyat. Pembangunan dilakukan bukan secara “bin salabin” butuh proses, butuh anggaran dan lain sebagainya.

“Sementara masalah tempat Shalat dan WC, miris rasanya ketika hal ini saja dibahas didalam media sosial, panita telah menyiapkan tempat shalat di tengah lapangan pacuan kuda dengan ukuran lebih kurang 7×15 meter yang artinya cukup untuk tempat shalat berjamaah.

Demikian juga halnya untuk tempat wudhu dan ke “kamar kecil” tidak dipungut sedikitpun biaya, karena ini memang salah satu upaya Pemerintah memberi yang terbaik untuk rakyatnya.

Kalau yang dikatakan adanya pungutan, itu adalah salah satu jenis usaha jasa dari masyarakat sendiri bukan dari Panitia atau Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Terakhir kami kembali mengajak masyarakat untuk bisa memahami setiap informasi yang masuk, jangan langsung di share hal ini selain berdampak rugi pada diri sendiri baik dunia lebih-lebih akhirat juga berdampak terhadap kemajuan masyarakat.

“Jangan ikuti gaya orang-orang yang memang hanya mampu mengkritisi tapi tidak memberi solusi ini adalah orang-orang rugi,” demikian yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah.(cih)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here