Beranda ACEH TENGAH

Jurnalisa Kembali Pimpin PWI Aceh Tengah

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): Jurnalisa kembali pimpin PWI Aceh Tengah tiga tahun ke depan. Dalam agenda pemilih pengurus baru, ia terpilih melalui aklamasi, Sabtu (27/4).

Dikesempatan itu, Plt PWI Aceh Aldin NL menyebutkan, Aceh Tengah menjadi refrensi PWI di Aceh. Rasa kekeluargaan, saling mengisi antara senior dan junior, terlihat kentara di kepengurusan PWI asal negeri penghasil kopi ini.

Selain Jurnalisa yang dipercaya sebagai ketua PWI, ada perubahan struktural kepengurusan, sekretaris PWI yang sebelumnya dipercayakan kepada Darmawan Masri, kini diganti oleh Wen Yusri Rahman. Sementara bendahara tetap dipercayakan kepada Irwandi MN.

Dalam konferensi PWI ke II Aceh Tengah ini, awalnya peserta mengusulkan agar wartawan senior Bahtiar Gayo untuk memimpin PWI. Namun lelaki yang sudah 30 tahun menekuni dunia jurnalistik ini menolaknya.

“Biarkan yang muda yang mengurus organisasi. Siapapun tidak masalah yang penting PWI tetap berjalan,” sebut Bahtiar Gayo.

Usai dilakukan pemilihan pengurus, siangnya dilangsungkan dengan pelantikan. Jurnalisa kepada Bupati Aceh Tengah meminta agar gedung PWI yang sudah diberikan pinjam pakai, kiranya menjadi asset PWI yang refresentatif.

“Kebersamaan yang sudah dibangun selama ini cukup baik, semoga ke depan akan tetap terjaga. Namun kiranya untuk dimaklumi tugas insan pers yang sudah pasti akan ada kritikan dan saran kepada Pemda dalam mengambil kebijakan,” sebut Jurnalisa dalam sambutanya.

Sementara itu Aldin NL, Plt PWI Aceh, dalam sambutanya kembali mengulang bahwa PWI Aceh Tengah merupakan PWI yang paling harmonis di Aceh. “ Kebersamaan antara senior dan junior terbina dengan baik, saling mengerti, saling mengisi dan memberi. Ini menjadi contoh PWI di Aceh,” jelas Aldin.

Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus, yang menghadiri pelantikan PWI ini, berharap apa yang sudah terbina selama ini dengan baik, kiranya akan terus dipelihara dalam membangun daerah.

Menyoal gedung PWI yang disampaikan Jurnalisa dikesempatan itu, wakil bupati Aceh Tengah ini menjanjikan untuk sama sama memperjuangkanya. Hal tersebut supaya PWI memiliki kantor yang refresentatif.

Selain menyerahkan pataka PWI kepada pengurus baru, acara pelantikan itu diisi dengan pembacaan puisi dalam dua bahasa, Gayo dan Indonesia. Untuk puisi Gayo (tengkeh) pada awal acara disampaikan Bahtiar Gayo, wartawan yang juga seniman Gayo.

Sementara puisi dalam bahasa Indonesia disampaikan Tiara, seniman wanita yang membuat hadirin memberikan aplusan. Demikian dengan pusisi musikalisasi yang disampaikan Purnama Kahar diiringi biola Yusradi (Wartawan Merdeka.com)
Sebelum acara pelantikan PWI ini berlangsung, para undangan sempat tersentak dengan banyaknya poster bertempel di dinding dan tiang gedung Pendari Takengen, tempat berlangsungnya pengukuhan pengurus baru PWI priode 2019-2022.[] (Ir)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here