Beranda ACEH TENGAH

Jebol Plafon Sel 11 Napi Rutan Takengen Kabur

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): 11 Narapidana (Napi) yang terjerat kasus narkoba, cabul dan pembunuhan di Rutan kelas II B Takengen, Aceh Tengah melarikan diri dari ruang karantina, Kamis (21/2) dini hari sekira pukul 03:00.

Para Napi tersebut kabur setelah membobol dan menarik besi flapon ruang tahanan. Menggunakan kain sarung untuk memanjat dinding sel. Lain itu, dalam upaya melarikan diri mereka juga sempat mengambil 2 unit laptop di ruang bendahara LP.

Adapun nama Napi yang melarikan diri dari LP Takengen yakni; Juhri, Yusrizal, Adi Adong, Agus, Yusruadi, Supri, Erwin dan Norman (terpidana kasus narkoba). Dedy, Rio (terpidana kasus perlindungan anak) serta Fauzi (terpidana kasus pembunuhan).

“11Napi ini kabur melalui atap. Mereka tahanan satu sel di ruang karantina. Petugas kami baru mengetahui ada tahanan kabur sekira jam 05:30, ketika melakukan pengecekan untuk melaksanakan sholat subuh,” kata Karutan Takengen, Sugiyanto ketika dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya.

Dijelaskan, selama ini guna menghindari hal-hal tak diinginkan, pihaknya selain menempatan 7 orang petugas piket malam untuk menjaga keamanan, juga memastikan kondisi Lapas yang seteril dari alat-alat yang dimungkinkan untuk melakukan upaya pembobolan.

“Sel saya pastikan seteril. Alat apa yang mereka gunakan untuk menjebol flapon sehingga bisa lolos, ini juga masih kita dalami,” ungkapnya seraya menambahkan atas kaburnya Napi tersebut dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polres maupun Kodim 0106.

*2 Napi Kabur Kembali Tertangkap

Sementara, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hariajadi saat dimintai tanggapannya terkait kaburnya 11 Napi mengatakan, pihaknya sedang melakukan reaksi cepat, guna memburu tahanan yang kabur dari Lapas.

“Setelah menerima informasi, kami langsung bergerak cepat. 2 dari 11 Napi sudah berhasil diringkus oleh anggota kami secara terpisah di Kp. Gunung dan Kp. Mampak, Kec. Kebayakan, Aceh Tengah. Sedangkan 9 lainnya sedang dilakukan pengejaran,” ujarnya.

Menurut dia, selain melakukan pengejaran, pihaknya juga melakukan upaya “penyempitan” pelarian Napi dengan melakukan koordinasi ke setiap Polsek di Aceh.

“Kalau kemungkinan sudah ada Napi yang lari ke luar daerah tentu ada. Dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Polsek untuk melakukan razia mempersempit ruang gerak tahanan yang kabur dari LP Takengen,” tukas Hariajadi.[] (Lap.Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here