Ini Yang Sudah Dilakukan Shafda di 100 Hari Kerjanya

Takengon (LeuserAntara): Bupati Aceh Tengah Shabela AB dan Wakil Bupati Firdaus menyatakan banyak yang sudah mereka lakukan pada 100 hari masa kerjanya, Rabu (11/4/2018).

Meskipun, dalam Program kepemimpinannya tidak terdapat Program 100 hari, akan tetapi karena sudah banyak yang menanyakan, maka pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang didampingi oleh sejumlah kepala dinas, asisten dan pejabat lainnya ahirnya membeberkan Program yang sudah dijalankan.

Yang pertama, kami pernah berjanji, di awal kepemimpinan kami akan memperbaiki jaringan air bersih dan pendistribusiannya di 3 kecamatan. Yakni, Kecamatan Bebesen, Lut Tawar dan Kebayakan.

“Alhamdulillah, sekarang semua sudah terlaksana dan masyarakat di tiga kecamatan tersebut sudah bisa menikmati pemerataan, pendistribusian air tersebut,” ungkap Shabela.

Shafda sudah bekerja untuk masyarakat dan tidak tidur, saat ini kami fokus melakukan pembinaan ke dalam untuk melakukan perbaikan birokrasi, serta aparatur desa hingga pada aparat PNS yang ada di kantor bupati.

“Sebelum 6 bulan ini, kami juga akan melakukan mutasi dan rotasi, dalam rangka perbaikan. Jika ini diumumkan, kami hawatir para PNS tersebut tidak semangat dalam bekerja,” ungkap Shabela.

Kami juga, sudah memperbaiki/membangun 3 unit jembatan dan 4 rumah warga yang terbakar, tentunya dengan cara gotong royong.

“Orang-orang yang menulis pemberitaan mengeritik kami, adalah orang yang kalah perang, padahal kalau sudah selesai Pilkada, tidak ada lagi golongan-golongan, dan ini sering kami sampaikan. Kita Harus bersatu untuk membangun daerah ini,” sindir Shabela.

Bupati ini juga mengatakan, jika ada orang yang tidak membela saudaranya sesama Gayo, dia adalah penghianat bangsa Gayo. Sebut bupati, menyatakan ketika ada pemberitaan yang mengatakan dirinya hanya mendukung penyanyi dangdut asal Gayo yang saat ini sedang berkiprah di tingkat nasional.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, hadiah 100 hari kepemimpinan Shafda adalah, ada investor menanamkan investasinya sebesar Rp 5,7 Triliun untuk membangun energi Listrik di Peusangan IV.

Ditambahkannya pula, ada juga lahan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, di beberapa titik dan saat ini sedang diusahakan keabsahannya untuk rakyat dan hutan itu adalah hutan adat.

“Kami tegaskan, kami tidak tidur. Kami tetap bergerak dengan beliau (Wakil Bupati). Kami juga bukan anti kritik, tapi kritik yang membangun,” pungkas Shabela.(tim)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*