Ingat! Minyak Bumi Adalah Energi Terbarukan dan Bukan Berasal Dari Fosil

index

Oleh : Dedy Saputra E

Beberapa waktu lalu penulis kaget dengan tulisan disebuah bulitin amha Ainun Najib (cak nun) yang menyatakan minyak bumi adalah energi terbarukan. Hal ini dikuatkan oleh beberapa pernyataan beberapa pakar diantaranya marcelin Berthelot seorang pakar kimia dari prancis yang melibatkan serangkaian reaksi kolbe dan menunjukan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dengan melarutkan baja dan asam kuat tanpa melibatkan melekul atau proses biologis.

Dmitri Mendeleev ahli kimia dari rusia juga myatakan dengan jelas bahwa minyak bumi bahan primordial yang keluar dari kedalaman yang jauh, dia mengemukakan hipotesis tentang adanya struktur geologi yang ia sebut “patahan dalam”.

Miskinnya Penelitian

Kurangnya pengetahuan kita pada saat ini tidak lepas dari proses pendidikan yang selama ini kita terima baik itu dari lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat. Penelitian terhadap sumber daya alam yang ada disekeliling kita pun jarang kita sentuh untuk dilakukan proses yang disebut “DITELITI”.

Padahal indonesia dengan kaya nya sumber daya alam yang bisa dimaksimalkan untuk kelangsungan hidup generasinya kalah bersaing dalam pengelolaan Sumber daya alam dengan negara tetangga yang Sumber daya alam nya bisa dihitung dengan jari, sebut saja singapura. Seperti halnya minyak bumi, indonesia yang saat ini lagi dibangunnya “PERSEPSI” bahwa minyak kita terbatas membuat manusianya kewalahan dalam membeli energi yang satu ini. yang terus melambung tinggi harganya walau sudah disubsidi.

Hal ini tentunya bertolak belakang dengan pernyataan ahli kimia diatas dengan pernyataan yang bisa dicari kebenarannya melalui “DITELITI” dan dikembangkan kearah sektor produksi yang lebih produktif, padahal ada sejumlah ilmuan lain juga yang telah menguatkan tentang pendapatnya mengenai Minyak Bumi ini.

Thomas Gold dan Dr JF Kenney bersama ilmuan rusia lainnya berhasil membangun reaktor dan membuktikan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium karbonat dan oksida besi,dua senyawa yang melimpah di kerak bumi. Selanjutnya Royal Institute of Technology di stockholm, swedia telah berhasil membuktikan bahwa fosil-fosil dari hewan dan tumbuhan tidak lagi diperlukan lagi untuk menghasilkan minyak bumi.

Saat ini kita, Orang Indonesia. Harus gigih melakukan penelitian, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi memiskinkan “KREATIFITAS’ dalam berkarya. Sebenarnya melakukan penelitian tidak diperlukan dana yang besar, yang terpenting semua dari kita (Orang Indonesia) mempunyai rasa penasaran yang besar terhadap sesuatu hal yang mungkin bisa di lakukan. Karena hakikatnya manusia adalah mahluk yang diberi “Pikiran” untuk berkreatifitas.

Kita tidak Krisis Minyak Bumi

Banyak dari kita disuguhkan akan sebuah berita media masa yang menyatakan minyak bumi yang ada di perut bumi akan habis. Bahkan banyak dari beberapa negara saling adu kekutan untuk mendapatkan Minyak Bumi.

Kita adalah indonesia. dengan sumber daya alam melimpah ruah dan kalau dihitung hitung bisa sampai “MUNTAH”. sebenarnya sangat lah tidak masuk akal negara ini krisis akan sebuah energi apalagi minyak bumi yang bisa “Diperbaharui” ada banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk membuat minyak bumi atau pengganti minyak bumi. Salah satunya adalah seperti menggali lagi penelitian terus menerus. Seperti halnya yang dilakukan oleh pakar pakar diatas.

Peran pemerintah dan pendidikan yang saat ini sangat strategis untuk membangun minat “Penelitian” dalam sektor energi. bisa mencairkan suasana bagi generasi berikutnya untuk tidak bimbang memikrkan keberlangsungan dan ketergantungannya terhadap energi yang katanya terbatas yang ada saat ini.

Andaikan saja seperti disekolah siswa siswi diajak kealam dan diarahkan untuk meneliti sebuah benda atau alam sekitarnya, maka lambat laun langkah langkah besar akan terbangun. Dan kita bisa mengatakan pada negara lain “kami telah mandiri karena kami mampu buat minyak bumi sendiri”.

Penulis adalah Alumni Sma Negeri Unggul Binaan Bener Meriah 2009

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*