Beranda NASIONAL

Ical Pusing, Jusuf Kalla dan Akbar Tanjung Ngajak Konvensi Golkar

BERBAGI
Ical VS Akbar-JK (Rm-N)
Ical VS Akbar-JK (Rm-N)
Ical VS Akbar-JK (Rm-N)

JAKARTA |LeuserAntara| Politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menyambut baik usulan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Akbar Tanjung supaya menggelar konvensi dalam penentuan calon presiden. “ Tentu alasan yang baik,” kata Jusuf Kalla di sela-sela ultah KAHMI Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jaksel, Selasa (17/9/2013).

Namun, mantan wakil presiden RI itu mempertanyakan soal kemungkinan waktu untuk menggelar konvensi jika dilaksanakan untuk Pilpres 2014. “Apakah waktunya sempat?” tanya JK.

Sementara saat ditanya apakah siap menjadi capres Golkar mengingat elektabilitasnya melebihi Aburizal Bakrie (Ical). JK enggan menanggapi serius. “Jangan pikirkan ganti-ganti orang,” kata Ketua Umum PMI itu.

Sebelumnya, Akbar Tanjung menaruh perhatian khusus atas pencapresan Ical. Dia mengultimatum jika sampai akhir Desember 2013, elektabilitas Ical tidak mencapai 15 persen, maka harus ada upaya lain untuk menyelamatkan Golkar.

Untuk itu, perlu ada Rapimnas Golkar diperluas dengan melibatkan para pimpinan DPD kabupaten/kota se-Indonesia, meskipun mereka tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. “Rapimnas diperluas itu diperlukan untuk mengetahui aspirasi Golkar dalam rangka penyelamatan partai.

Saya pikir dengan elektabilitas sekitar 15 persen saja, itu persentase capresnya sudah cukup memadai. Kalau tidak tercapai, ya harus dicari jalan lain,” ujarnya.

Idealnya, kata dia, Golkar menggelar konvensi agar capresnya diterima seluruh lapisan. “Menurut saya tak ada salahnya karena pelaksana kebijakan partai adalah seluruh jajaran partai sampai paling bawah sampai tingkat II,” katanya.

Partai Belum Siap Hadapi Pemilu

Selain itu, kata dia, DPD-DPD II juga mengeluhkan belum siapnya logistik partai dalam menghadapi pemilu 2014. Pasalnya, logistik pemilu seharusnya sudah disiapkan satu tahun sebelum pemilu. “Tapi, sampai sekarang daerah belum menerima logistik. Ini keluhan dari daerah loh, saya hanya menyampaikan saja,” tambah Akbar.

Menanggapi hal tersebut, pihak DPP yang diwakili Sekjen Golkar, Idrus Marham menggelar konferensi pers, kemarin. Didampingi Bendahara Umum Golkar Setya Novanto, Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo dan Ketua OC Rapimnas, Eddy Kuntadi, Idrus mengingatkan Akbar bahwa tugas Wantim Golkar adalah memberikan pertimbangan kepada DPP, bukan memberikan opini kepada publik, sesuai dengan AD/ART partai.

Mantan anggota DPR ini menyesalkan, figur sekelas Akbar seharusnya tidak meminta DPD-DPD II diikutsertakan dalam rapimnas. Pasalnya, AD/ART menyatakan jika rapimnas hanya diikuti oleh Wantim, DPP, DPD I, dan Kino Golkar. “Jadi saya minta jangan kita diajari tidak taat asas dan melanggar aturan,” katanya.

Sementara itu, wacana konvensi capres Partai Golkar, langsung ditolak oleh DPP Golkar. Menurut Idrus, wacana tersebut tidak produktif. “Capres sudah ditetapkan, ini kok ada konvensi. Semua sudah sepakat pencapresan Pak Ical,” tandasnya.

Terkait logistik pemilu 2014, Bendahara Umum Golkar, Setya Novanto menegaskan jika logistik Partai Golkar siap didistribusikan. “Jadi, soal pendanaan tidak ada masalah, sumbernya sesuai dengan aturan yang ada,” imbuhnya.

Namun, pernyataan Novanto soal kesiapan logistik Golkar dibantah anggota Wantim Golkar merangkap caleg nomor urut dua dari dapil Sumbar, Azwir Dhainiy Tara.

Menurut dia, kalau logistiknya sudah siap, kenapa tidak lekas didistribusikan ke daerah. Sebab, bantuan dari DPP ke DPD Golkar di Sumbar sudah menunggak rata-rata 6-12 bulan. “Kami butuh realita. Daerah sudah menunggu bantuan DPP, walau tanpa ada bantuan dari DPP, daerah akan jalan terus,” katanya.

[ mrheal / sms / dtc /izq]

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here