Beranda Uncategorized Gubernur Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Foto Trans Koetaradja

Gubernur Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Foto Trans Koetaradja

BERBAGI
Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah di dampingi Kepala Biro Humas, Frans Dellian menyerahkan hadiah beserta ucapan selamat kepada Fahzian Aldevan, Juara I lomba foto Humas Aceh dengan tema Trans Koetaradja di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu 5 Juni 2016. Humas Setda Aceh/Edward.

*Lomba Foto, Sarana Pemerintah Sosialisasikan Program Kerja

BANDA ACEH |LeuserAntara| Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang Lomba Foto Trans Koetaradja. Seremonial yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban tersebut dipusatkan di Ruang Tengah Meuligoe Gubernur, Minggu, (5/6/2016).

Gubernur berharap, dengan digelarnya Lomba Foto TranKoetaradja ini, maka masyarakat akan mengetahui sejumlah program pembangunan yang selama ini telah di lakukan di masa pemerintahannya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan sejumlah program kerja yang telah dan sedang berjalan di Aceh. Dengan diselenggarakannya lomba poto ini, kami berharap masyarakat memberikan masukan, kritik dan saran yang membangun terhadap sejumlah program kerja Pemerinta Aceh,” ujar Doto Zaini.

Sementara itu Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian, SSTP, M Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah mengikuti Lomba Poto yang mengangkat tema ‘Trans Koetaradja’ ini.

“Terima kasih atas partisipasi dari seluruh masyarakat dan selamat kepada para pemenang. Pemerintah Aceh akan terus menyelenggarakan berbagai lomba yang berkaitan dengan sosialisasi program kerja Pemerintah Aceh. Oleh karena itu partisipasi dari masyarakat sangat kami harapkan, terutama kritik, saran dan masukannya terhadap kinerja pemerintahan,” ujar Frans Dellian.

Frans menambahkan, Lomba Foto Trans Koetaradja ini diharapkan menjadi media penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Interaksi para peserta lomba yang disampaikan dalam foto merupakan perpanjangan tangan masyarakat untuk menyampaikan sesuatu hal tentang Trans Koetaradja melalui foto.

“Dengan adanya Lomba Foto Trans Koetaradja ini, Pemerintah Aceh berharap mampu memberikan dampak pada arah pembangunan transportasi Aceh yang lebih baik di masa yang akan datang. Ke depan, kita akan menyelenggarakan lomba foto yang juga berkaitan dengan program kerja Pemerintah Aceh,” sambung Frans.

Para Juara

Dari sejumlah poto yang masuk, panitia akhirnya menetapkan empat orang pemenang. Juara pertama berhasil diraih oleh Fahzian Aldevan (Instagram: @Fahzianaldevan). Pemuda yang berprofesi sebagai wartawan disalah satu media online ini mendapatkan Uang Pembinaan dari Gubernur Aceh sebesar Rp1,5 juta.

Juara kedua juga berhasil diraih oleh jurnalis, Hendri (Instagram: @Hendrichek). Pemuda murah senyum dengan ciri khas ‘rambut kriwil’ ini berhak atas sertifikat dan uang pembinaan dari Gubernur Aceh sebesar Rp1 juta.

Sedangkan juara ketiga berhasil diraih oleh Isnani Layina Shafura (Instagram: @Elshafura). Mahasiswi dari salah satu universitas di Aceh ini berhasil menjadi satu-satunya perwakilan perempuan dan berhak atas sertifikat dan uang pembinaan dari Gubernur Aceh, sebesar Rp750 ribu rupiah.

Selain ketiga juara tersebut, panitia juga memberikan hadian kepada kategori poto terfavorit. Frans Dellian menjelaskan, Foto terfavorit adalah karya foto yang dikirimkan oleh peserta dan mendapatkan ‘like’ terbanyak dari para pengunjung Instagram Pemerintah Aceh.

Kategori ini berhasil direbut oleh Muhammad Fadil (Instagram: @Fadilkg). Mahasiswa kedokteran gigi di salah satu universitas di Aceh itu berhak atas sertifikat dan uang pembinaan dari Gubernur Aceh, sebesar Rp1 juta.

Kata Para Juara tentang Lomba Foto TranKoetaradja

Lomba Foto TranKoetaradja yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, demikian pula denan para pemenang lomba. Fahzian, sang pemenang pertama mengaku senang dengan digelarnya lomba ini.

“Bukan karena saya juara tapi lomba ini menjadi menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran kepada Pemerintah. Karena itu, saya mengambil tema tentang disabilitas,” ujar Fahdian.

“Foto yang saya kirimkan menggambarkan tentang seorang disabilitas dengan menggunakan kursi roda yang ingin mencoba menggunakan Trans Koetaradja sebagai sarana trnsportasi umum. Ini menggambarkan bahwa Trans Koetaradja sudah ramah terhadap kaum disabilitas,” sambung Fadian.

Sementara itu Hendri (juara II) berharap program transportasi massal yang digagas oleh Pemerintah Aceh ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Programnya bagus, semoga dapat dipergunakan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Hendri singkat.

Satu-satunya pemenang perempuan dalam lomba poto Trans Koetaradja, Isnani Layina Shafura, menyatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali menggunakan Trans Koetaradja dan menikmati kenyamanan menuju kampus dengan menggunakan moda transportasi massal tersebut.

“Transkoetaraja sangat nyaman dan menambah pilihan bagi moda transportasi alternatif di Aceh. Saya hanya iseng, karena yakin yang ikut pasti orang-orang berpengalaman dalam lomba foto. Jadi, ya kurang percaya diri. Tapi Alhamdulillah ternyata menang, semoga ini bisa memotivasi saya di dunia Fotografi,” ujar Isnani.

Sekilas Trans Koetaradja

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah secara resmi telah meluncurkan pengoperasian armada Bus Trans Koetaradja. Sebanyak sepuluh dari 25 unit bus telah resmi melayani penumpang. Kehadiran bus hasil usulan Pemerintah Aceh kepada Pemerintah Pusat sebagai bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, khususnya di Kota Banda Aceh.

Untuk mendukung operasional bus ini, Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran senilai Rp1,7 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk operasional seperti bahan bakar, biaya sopir dan kondektur serta keperluan lainnya.

Untuk pembangunan halte, pemerintah menganggarkan Rp4,6 miliar, pada 2015, untuk pembangunan halte Koridor I, dan Rp5,8 miliar di tahun 2016 untuk pembangunan 26 halte di Koridor II.

Koridor I menghubungkan Terminal Keudah – Darussalam dan melewati 16 halte pemberhentian. Di tahun ini, Pemerintah Aceh akan segera membangun halte koridor II yang menghubungkan Bandara Sultan Iskandar Muda – Terminal Batoh – Pelabuhan Ule Lheue.

Selanjutkan, pemerintah juga akan membangun halte di koridor III (Pusat Kota – Mata Ie), Koridor IV (Pusat Kota – Ajuen – Lhoknga), Koridor V (Ulee Kareeng – Terminal Tipe A) dan Koridor VI (Terminal Tipe A – Syiah Kuala).

Melihat terus meningkatnya volume kendaraan bermotor yang berdampak pada timbulnya kemacetan disejumlah titik di Kota Banda Aceh, angkutan massal seperti Trans Koetaradja bisa menjadi alternatif.

Gubernur meyakini, masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa yang selama ini memakai kendaraan pribadi akan beralih menggunakan angkutan umum. Apalagi, selama setahun, Pemerintah Aceh menggratiskan para penumpang untuk bepergian menggunakan bus Trans Koetaradja.

Masyarakat yang ingin menikmati layanan Trans Koetaraja hanya perlu membeli kartu dengan harga Rp25.000. Harga kartu tersebut setara dengan 5000 poin. Artinya, setiap kali naik bus hanya dikenakan pemotongan satu poin. Nominal biaya kartu bisa digunakan untuk naik bus Trans Koetaradja sebanyak 5000 kali.

Metode penggunaan kartu ini dilakukan untuk mendeteksi jumlah penumpang yang menikmati jasa layanan Trans Koetaradja. (Red)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here