Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyematkan tanda jabatan kepada Drs. Raidin Pinim, M.AP dan Bukhari sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara periode 2017-2022 dalam Paripurna DPRK Aceh Tenggara, Senin (02/10/2017).

Gubernur Minta Raidin Rawat Keberagaman di Aceh Tenggara

Kotacane (LeuserAntara): Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, meminta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim dan Bukhari untuk merawat keberagaman di Aceh Tenggara.

Daerah ini, kata Irwandi harus dijadikan contoh kemajemukan bermasyarakat dan beragama bagi seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia.

Aceh Tenggara adalah daerah yang cukup majemuk, di mana masyarakat berlainan agama hidup damai secara bersama. Keberagaman itu diminta untuk terus dirawat dan tentunya dengan tetap konsisten menjalankan syariat Islam.

Islam bukanlah agama barbar yang mengedepankan aksi anarkis. Pemeluk Islam adalah mereka yang dapat hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain. Tidak ada satu ayat pun yang mengajarkan pemeluk Islam menyakiti pemeluk agama lain, merusak tempat ibadah dan menyebarkan kebencian.

“Keagungan Islam dapat kita lihat dalam hukum perang Islam,” kata Irwandi saat melantik Raidin Pinim dan Bukhari di Kutacane, Senin (2/10/2017).

Dalam peperangan, Islam secara tegas melarang menyakiti anak-anak, perempuan, menebang pepohonan yang bisa dijadikan bahan makanan oleh musuh, dilarang merusak rumah ibadah, dan juga meracuni air minum.

Semua poin itulah yang kemudian diadopsi dan dimasukkan dalam Konvensi Jenewa. “Perlu saya tekankan itu, jangan terjadi (konflik agama) di Aceh,” kata Irwandi. Kepada penganut agama minoritas, Irwandi meminta untuk tidak provokatif.

“Aceh Tenggara adalah miniatur keberagaman di Indonesia.” Selain itu, Irwandi mengajak seluruh masyarakat Aceh Tenggara untuk aktif menjaga lingkungan.

Hal itu karena kabupaten yang terkenal dengan Taman Nasional Gunung Leuser ini rawan akan bencana longsor dan banjir bandang. “Mari kita lebih aktif menjaga lingkungan. Tidak kalah penting cegah perubahan hutan lindung sehingga kerusakan TNGL dapat diatasi,” kata Irwandi menyebutkan, dirinya kini begitu giat mencari investor ke berbagai negara agar mereka mau berinvestasi di Aceh.

Kenapa investor luar negeri? “Hanya mereka yang dari luar negeri yang takut pergi ke Aceh.” Berbagai pertanyaan yang menggugah keyakinan menjadi keragu-raguan dari berbagai duta besar bahkan muncul saat ada yang mengurus visa ke Aceh.

“Ini penyakit. Sudah saatnya Aceh bangkit.”Berbagai cara dilakukan Irwandi. Misalnya dengan menggagas event internasional. Hal itu untuk menyadarkan semua pihak bahwa Aceh adalah daerah yang aman untuk berinvestasi.

“Kalau ada ide, misal arung jeram internasional atau ekspedisi Lauser, kita akan buat di Aceh Tenggara,” kata Irwandi. “Kalau Aceh tidak kita promosikan, kita akan tertinggal terus.”Beberapa investor memang telah berkomitmen untuk berinvestasi di Aceh.

Salah satu investasi yang terus diperjuangkan Gubernur Irwandi adalah di bidang energi. Hal itu karena Aceh masih kekurangan energi dan masih bergantung pada Sumatera Utara. Di Aceh Tenggara sendiri, potensi hidro power di Sungai Alas juga dicoba untuk terus “dijual” ke berbagai investor.

Ada 266 Megawatt energi listrik yang bisa dikembangkan dari sungai alas. “Saya yakin dalam kepemimpinan saudara akan lahir Pembangkit Listrik Tenaga Air di sini,” kata Irwandi.

Ingatkan Pejabat tidak Terjebak Korupsi Irwandi Yusuf meminta kepada Pemerintah Aceh Tenggara untuk menghindari perilaku korupsi kolusi dan nepotisme. Kepada Raidin, jika mampu mewujudkan 85 persen dari program yang disusun, Irwandi yakin pasangan ini akan kembali dipilih di periode mendatang.

“Jangan sampai anda memimpin tidak sampai 5 tahun,” kata Irwandi. Saat ini, banyak pejabat di berbagai daerah terkena Operasi Tangkap Tangan oleh lembaga KPK. Mereka terjerat dengan berbagai perilaku korupsi. “Jangan sampai hal ini terjadi di Aceh. Saya memperingatkan hal ini kepada bupati sekaligus diri saya sendiri,” kata Irwandi.

Di berbagai kesepakatan pelantikan pejabat daerah di seluruh Aceh, Irwandi memang kerap mengingatkan pejabat untuk menganut mazhab hana fee, yaitu tidak mengambil biaya di luar ketentuan yang telah ditetapkan. Ia meminta hal itu juga diterapkan di Aceh Tenggara.

Berbicara anak yatim, pemeritahan Irwandi telah menyusun program beasiswa yatim sejak 2009 lalu.

Taksiran beasiswa itu sudah terhitung hingga ke biaya meugang. Di APBA Perubahan 2017, Irwandi bahkan kembali menambah nilai beasiswa tersebut. Karena itu, seharusnya tidak ada alasan jelang meugang ada yang mencari dana untuk anak yatim. Raidin Pinim, Bupati Aceh Tenggara, menyebutkan hakikat kemenangan adalah disaat mampu meberikan perubahan dan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Aceh Tenggara.

“Tidak ada nomor 1 dan 2 lagi, semua telah bersatu. Mari bersama membangun Aceh Tenggara,” kata Raidin. Sumpah dan Jabatan yang disaksikan oleh para masyrakat akan menjadi dasar komitmen kerja keras dan nyata.

Untuk itu, Raidin berjanji akan menyalurkan segenap potensi Aceh Tenggara sehingga mewujudkan perubahan sesuai janji kampanye.

“Kami yakin dengan dukungan rakyat kita mampu mengukir sejarah yaitu menjadikan Aceh Tenggara sebagai daerah yang religius, berbudaya mandiri dan unggul,” ujar Raidin.

Sementara itu, Ketua DPR Kabupaten Aceh Tenggara Irwandi Desky, menyebutkan pelantikan Bupati memerupakan babak akhir dari Pilkada serentak yang dilakukan Februari lalu.

Seluruh masyarakat, kata Desky, meletakkan tanggungjawab yang besar kepada Raidin dan Bukhari”Kami yakin dan percaya bahwa dengan kematangan saudara berdua, saudara akan mampu menohdai Aceh Tenggara ini,” kata Irwandi Desky.

Irwandi Desky berharap pemerintahan yang baru bisa terus meningkatkan kerjasama dengan anggota dewan.”Semoga kita bisa berjalan beriringan dan kami berharap Aceh Tenggara bisa menjadi daerah terdepan di provinsi Aceh.”

Hadir dalam pelantikan tersebut beberapa Anggota DPR RI seperti Salim Fakhri, Tagore Abu Bakar dan Irmawan. Hadir juga Dirjen Penataan Daerah Otsus Kemendagri Sasrizal ZA.

Hadir juga beberapa Anggota DPR Aceh dan pimpinan DPRK dari kabupaten dan kota dari daerah tengah dan selatan Aceh.

Dari list undangan juga diketahui hadir, Murung Jaya Kalimantan Tengah, Bupati terpilih Gayo Lues dan Aceh Tamiang, Bupati Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Wakil Wali Kota Subulussalam. (Hms)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*