Beranda BERITA ALA

Gazali Abbas Akui, di Aceh, Minoritas Gayo, Jawa, Aneuk Jamee dan Lainnya Merasa Terdiskriminasi

BERBAGI
Gazali Abbas
Gazali Abbas
Gazali Abbas

BANDA ACEH – Anggota DPD Aceh terpilih, Ghazali Abbas Adan mengapresiasi pernyataan Wali Nanggroe Malik Mahmud yang menyerukan perdamaian kepada seluruh warga Aceh dengan multi etnis. Namun baginya, pernyataan saja tak cukup. Harusnya Malik Mahmud melakukan beberapa langkah inovatif dengan mengunjungi komunitas-komunitas minoritas di Aceh untuk menekan munculnya konflik social.

“Sebagai pemersatu rakyat Aceh yang heterogen itu, sejatinya pula melakukan safari ke seluruh zona Aceh, yakni pantai timur, barat dan bagian tengah Aceh. Melakukan tatap muka dan berdialog dengan rakyatnya yang heterogen itu. Terutama di hari baik dan bulan baik, seperti bulan Ramadhan. Tapi faktanya selama ini hanya berkutat di Kota Banda Aceh atau di seputar teritori yang kepala pemerintahan dipegang oleh ganknya (Partai Aceh-red),” ujar Ghazali Abbas merespon pidato Malik Mahmud, Sabtu (16/8/2014).

Harus diakui sambung Ghazali, selama ini sejumlah kalangan minoritas di Aceh seperti halnya warga Aceh bersuku Gayo, Jawa, Tionghoa, Aneuk Jamee, dan suku-suku minoritas lainnya merasa terdiskriminasi dengan kebijakan-kebijakan popular yang pada faktanya hanya mementingkan kelompok tertentu. Munculnya kesenjangan antara kelompok mayoritas dan minoritas tentulah bukan kenyataan yang bagus dengan Aceh.

Apalagi usia sembilan tahun perdamaian tidaklah jaminan. Ibarat seorang anak yang berusia 9 tahun, reistensinya terhadap penyakit dan hal-hal lainnya cukup besar. Karena itu, sudah sepantasnya Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe melakukan upaya preventif yang mampu merekatkan seluruh elemen masyarakat Aceh dengan multi etnis ini.

“Saya kira ini adalah tugas pokok dan fungsi Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe. Dia harus bisa menjadi pemersatu rakyat Aceh. tidak boleh ada sikap partisan dan primordial,” tukasnya tegas.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam peringatan puncak sembilan tahun perdamaian Aceh, Wali Nanggroe Malik Mahmud menyerukan seluruh lapisan masyarakat baik bersuku Aceh, Gayo, Jawa, Tionghoa, dan suku-suku lainnya untuk mempererat kualitas social masyarakat. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjamin kesinambungan perdamaian Aceh.(Theglobejournal)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here