Dua Kabupaten Buat Penelusuran Sejarah Pembangunan Bandar Rembele

REDELONG |LeuserAntara| Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE membuka acara Penelusuran dan Pembuatan Dokumen Sejarah Pembangunan Bandara Rembele bertempat di Ruang Tunggu Penumpang Bandar Udara Rembele kebanggaan rakyat wilayah tengah Provinsi Aceh ini, Sabtu (25/7).

Acara yang digagas Kepala Bandara Rembele Bapak Ir. Yan Budianto melalui Panitia khusus Penelusuran dan Penulisan Sejarah Pembangunan Bandara Rembele ini, mengundang para tokoh-tokoh atau para ahli waris tokoh-tokoh yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembagunan Bandara Rembele.

Sehingga mereka mendapat informasi, masukan dan bahan-bahan dari tokoh-tokoh tersebut secara sehingga nanti dapat dijadikan sebagai sumber untuk memperkaya isi buku sejarah pembangunan Bandara Rembele yang terletak di jantung kota Kabupaten Bener Meriah ini.

Pada kesempatan tersebut mengucapkan, ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Bandara Rembele yang telah memprakasai acara ini, ini penting karena dengan tergalinya informasi dan masukan serta cerita langsung dari beberapa tokoh-tokoh pelaku sejarah proses pembangunan Bandara Rembele ini.

Sehingga dokumen sejarah Bandara ini baik dalam bentuk tulisan atau buku maupun dalam bentuk audio visual nantinya, sesuai dengan fakta lapangan dan pada gilirannya dapat dijadikan sumber bacaan dan referensi bagi generasi yang akan datang.

Untuk itu juga Ahmadi berharap agar tokoh-tokoh yang akan memberikan informasi, masukan dan bahan-bahan secara jujur dan benar sehingga hasil akhir dari penulusuran dan penulisan Sejarah Bandara Rembele ini sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Disisi lain keberadaan Bandara Rembele kata Bupati termuda di Aceh, bahkan di Indonesia ini telah banyak membantu masyarakat yang berdomisili di dataran tinggi Gayo atau wilayah tengah provinsi Aceh yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues dan ke depan tentunya keberadaan bandara ini akan dapat dimaksimalkan lagi pemanfaatannya bukan hanya sekedar moda tranportasi udara untuk penumpang saja tapi dapat di tingkatkan penerbangan cargo.

Sebelumnya ketua panitia penyelenggara Ibrahim Khairul Imam, memaparkan sekilas sejarah berdirinya bandara ini, semenjak Pemda Aceh Tengah mulai merintis rencana pembangunan bandara ini pada tahun 1996 dan kemudian di sahuti oleh Pemerintah Pusat Melalui Departemen Perhubungan dengan menurunkan team survey pada tahun 1997 melalui Dijen Perhubungan.

Udara dan pada 1999 dimulai pembangunan fisiknya Tahap I namun sempat terhenti karena ketidak tersediaan dana APBN. Kemudian dilanjutkan tahun 2002 dan tahun 2003 dilakukan uji coba landasan menggunakan pesawat CN-235.

Pada tahun 2014-2015 dilanjutkan pembangunan tahap II, sehingga kini landasan pacu 30 × 2.250 meter dan kita akan ada pembangunan tahap III, sehingga landasan pacu menjadi 45 × 2.500 meter.

Sebelum acara pembukaan ditutup terlebih dahulu Bupati Aceh Tengah Ir. H. Nasaruddin, MM. juga menyampaikan sejarah kilas balik pembangunan bendara ini, karena pada saat itu beliau menjabat sebagai Sekretaris Daerah kabupaten Aceh Tengah.(D3)

 

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*