Beranda BANDA ACEH Dosen Umuslim dan Unimal Bertemu Konsul India di Medan

Dosen Umuslim dan Unimal Bertemu Konsul India di Medan

BERBAGI

Medan (LeuserAntara): Dosen universitas almuslim (umuslim) Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A yang tergabung dalam tim Peneliti Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI (BPPK Kemlu RI), bersama Dr. Ichsan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, melakukan pertemuan dengan Konsul India untuk Sumatera, Dr. Shalia Shah di Konsulat India di Medan, Jumat (11/5).

Demikian informasi yang dirilis kabag humas umuslim Zulkifli,M.Kom kepada media, menurutnya pertemuan yang dilakukan dua akdemisi dari Aceh ini, merupakan rangkaian penelitian lapangan yang sedang dilakukan Tim Peneliti BPPK Kemlu dalam mengkaji prospek kerjasama ekonomi dan peningkatan konektivitas antara Sabang (Indonesia) dan Port Blair di Kepulauan Andaman dan Nicobar di India.

Menurut Zulkifli mengutip penjelasan salah seorang peneliti Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A, walaupun kepulauan ini masuk dalam wilayah Negara India, namun secara geografis lebih berdekatan ke Aceh (Indonesia), Phuket (Thailand), dan Langkawi (Malaysia).

Menurutnya, dari wawancara bersama Konsul India di medan Dr. Shalia Shah, bahwa pemerintah India sangat serius dalam mengembangkan Port Blair, untuk membangun konektivitas ekonomi baik melalui laut maupun udara dengan negara-negara tetangganya, khususnya Indonesia (Sabang), Malaysia (Langkawi), dan Thailand (Phuket).

Menurut Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A mengutip penjelasan konsul india, bahwa kedepan sektor pariwisata menjadi prioritas yang akan dilakukan pemerintah India, pihaknya berkeyakinan jika pariwisata berkembang maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan terbukanya banyak lapangan pekerjaan.

Keseriusan pemerintah India dibuktikan dengan mulai memperhatikan pembangunan infrasruktur di Port Blair.

Salah satunya sedang dilakukan pengembangan dan perluasan bandara udara untuk meningkatkan status menjadi bandara internasional.

Diperkirakan, tahun 2020 akan selesai dan dapat didarati dengan banyak pesawat komersil dari luar negeri, jelas Dr. Shalia Shah yang pernah hadir ke universitas almuslim mewakili Duta Besar India untuk Indonesia pada salah satu konferensi Internasinal.

Saat ini telah ada pengusaha dari Thailand yang mengirim pasir ke Port Blair, ini berarti berpeluang juga bagi pengusaha di Indonesia termasuk Aceh untuk mengirim berbagai produk atau komoditas ke sana, seperti semen, baja, pasir, gula, batubara, kelapa sawit, pinang, kopi, dan masih banyak lagi, papar Dr. Shalia Shah.

Ke depannya Pelabuhan Port Blair akan disiapkan menjadi pelabuhan transit sebelum menuju ke India daratan.

Mengetahui peluang yang cukup besar tersebut, sayang sekali jika pemerintah Aceh maupun pengusaha di Aceh tidak memanfaatkan peluang yang besar ini,” Ungkap Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A di kantor hubungan internasional universitas almuslim kepada media.

Potensi yang dimiliki Port Blair termasuk Pulau Havelock dan Neill sama dengan yang dimiliki Sabang, yaitu dapat menjadi lokasi pilihan wisata bahari terbaik di dunia, yang panorama dan keindahannya tidak kalah dengan keindahan di Maldives (Maladewa).

Menurut Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A suasana pertemuan berlangsung dengan penuh keramahan dan persahabatan. Dr. Shalia didampingi Bu Verra, Marketing Assistant di konsulat dan bagi Shalia dirinya tidak asing lagi bagi civitas akademika Universitas Almuslim, karena pernah menjadi narasumber Konfrensi internasional tentang.

“Prospects and Promotion of Trade, Intercommunication and Historical Ties: Andaman-Nicobar Island (ANI) and Weh Island-Sabang (Aceh, Indonesia) yang dilaksanakan di Universitas Almuslim pada 23-24 April 2016 lalu.(LA)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here