Beranda ACEH TENGAH

Dirut Anchen Huaqong, Kamisan Ginting Tak Berani Menunjukkan Batang Hidungnya

BERBAGI
Pinus yang dideres oleh PT. Anchen Huaqong.(Foto:LeuserAntara.com/izq)
Pinus yang dideres oleh PT. Anchen Huaqong.(Foto:LeuserAntara.com/izq)
Pinus yang dideres oleh PT. Anchen Huaqong.(Foto:LeuserAntara.com/izq)

TAKENGEN |LeuserAntara.com| Dirut PT. Anchen Huaqong Kamisan Ginting yang selama ini diisukan adalah seorang jagoan dan “preman” di Medan serta mengendalikan perusahaan penderes getah Pinus di Gayo ini se-enak perutnya, ternyata tidak punya nyali.

Justru yang hadir ke Takengen menjumpai bupati Aceh Tengah adalah pemodal utama dari negara Cina, yakni Fan Chun Fang, menampakkan batang hidungnya didepan Bupati Aceh Tengah Ir. Nasaruddin, Jum’at (1/11/2013) diruang kerjanya.

Seperti yang diberitkan, Nas, panggilan akrap bupati terlihat kecewa terhadap PT. Anchen karena sudah melanggar kesepakatan antara perusahaan tersebut dengan Pemda setempat.

Pelanggaran yang dilakukan adalah zonasi atau area penderesan telah dicaplok, bahkan pola penderesan yang dilakukan sangat tidak lazim dan kurang professional dengan menguak kulit pinus markusi.

“ Kami tidak berniat membunuh pinus-pinus dan itu tidak mungkin kami lakukan, apalagi masa kontrak kami selama 25 tahun ,” ungkapnya diterjemahkan oleh seorang wanita bernama Miau Cu.

Mendengar jawaban tersebut Nas langsung bangun dari tempat duduknya menuju meja kerjanya.

“ Ini foto penderesan dan ini dugaan illegal logging ”. Ungkap Nasaruddin sembari menunjukan dua lembar foto kepada Fan Chun Fang.

Fan Chun Fang melalui penerjemahnya mengatakan, pihaknya akan memperbaiki kesalahan kesalahan yang terjadi dilapangan sehingga kedepanya hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi.

Mendengar ucapan tersebut Nasaruddin sedikit lunak, Ia menjelaskan pemerintah daerah tidak akan mempersulit kegiatan ini, akan tetapi harus mengikuti aturan yang disepakati, kalau masih terjadi seperti ini, maka Pemerintah daerah akan mencabut izin dan membatlkan kontrak kerja sama.

Nasaruddin juga menyinggung, seharusnya masing-masing KK penduduk Aceh Tengah mendapatkan dua hektar lokasi penderesan “ Nah ini yang kita jadikan program ”. Tegas Nas.

Perusahaan Cina ini sudah melakukan kegiatan penderesan dari tahun 2010, baru kali ini bertemu dengan Bupati Aceh Tengah, selama ini yang bertemu dengan bupati hanya Kamisan Ginting, namun sejak bermasalah, Kamisan Ginting juga kabur entah kemana.(BsG/Red)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here