Beranda ACEH TENGAH Diduga Ada Kejanggalan Dalam Proses Tender, PT Pilar Gayo Utama Sanggah Pihak...

Diduga Ada Kejanggalan Dalam Proses Tender, PT Pilar Gayo Utama Sanggah Pihak Pengadaan Barang dan Jasa

BERBAGI

Takengon (LeuserAntara): Samsul Bahri Dirut PT. Pilar Gayo Utama, mengirim sanggahan kepada Pokja (Kelompok Kerja) Konstruksi – XCVIII di Banda Aceh, pada tanggal 31 Juli 2018 lalu.

Surat tersebut dilayangkan, terkait ditunjuknya calon pemenang pekerjaan peningkatan jalan Takengon-Bintang yang bersumber dari dana otsus Aceh, dimenangkan oleh perusahaan yang berasal dari Lhokseumawe.

Sehubungan dengan berita acara hasil pelelangan penetapan pemenang tersebut dengan No: PK-98/PHK/APBA/2018/tanggal, 27 Juli 2018, pihak Pokja Kontruksi telah menetapkan calon pemenang PT. Yedecober Jaya Abadi, alamat perusahaan Jalan Kwarcab No 25, Gampong Hagu Teungoh, Kec Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dengan harga penawaran terkoreksi senilai Rp. 5.336.363.000.

Berdasarkan berita acara hasil pemenangan itu, Samsul Bahri Dirut PT. Pilar Gayo Utama, dalam sanggahannya memempertanyakan; Darimanakah PT. Yedecober Jaya Abadi mendapat dukungan peralatan, seperti stone crusher, dan peralatan lainnya. 

Sementara, menurut Samsul Bahri, seperti yang tertulis dalam suratnya menyatakan, sesuai dari hasil penelitian mereka, tidak ada satupun perusahaan stone crusher yang berada di Bener Meriah dan Aceh Tengah memberikan dukungan peralatan kepada pihak PT. Yedecober Jaya Abadi.

Lalu, pemilik perusahaan yang berasal dari Gayo ini menduga, PT. Yedecober Jaya Abadi mendapat dukungan peralatan dari PT. Cipuga Perkasa. 

Padahal menurutnya, pada tanggal 7 Mei 2018 lalu, PT. Cipuga Perkasa terkena penertiban galian C oleh pihak Polda Aceh, bahkan berlanjut ke jalur hukum, hingga polisi melakukan penyitaan peralatan dan penyegelan lokasi galian C yang diduga ilegal.

Menanggapi sanggahan tersebut, pihak Pokja Konstruksi XCVIII di Banda Aceh menjawab, dengan menyebutkan dalam proses tahapan evaluasi yang dilakukan oleh Pokja, yang terdiri dalam tahapan administrasi, tahapan teknis dan harga, tidak ditemukan kekurangan dan kesalahan yang substansial, sehingga PT. Yedecober Jaya Abadi lolos sebagai pemenang.

Kemudian pihak Pokja dalam suratnya menyatakan, mereka telah melakukan verifikasi dan klarifikasi, dan telah meminta kepada pihak perusahaan dokumen-dokumen yang asli, untuk di cek keabsahan dan kebenarannya. Juga telah dilakukan pengecekan AMP dan kelayakannya di Takengon, Aceh Tengah dengan status bersertifikat. 

Namun pihak Pokja Konstruski ini, tidak menjelaskan dimana sebenarnya lokasi AMP milik PT. Yedecober, seperti yang dipertanyakan dalam sanggahan di atas.

Dan, menyangkut dugaan dukungan stone crusher yang diberikan oleh PT. Cipuga Perkasa, pihak panitia lelang tender atau pihak penyedia barang dan jasa ini menjelaskan, tidak dapat memberikan sikap dan tindakan apapun terkait hal tersebut.(tim)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here