Beranda GAYO LUES Di Gayo Lues, Mantan Pendeta Satu Keluarga Masuk Islam

Di Gayo Lues, Mantan Pendeta Satu Keluarga Masuk Islam

BERBAGI

Belangkejeren (LeuserAntara): Mantan Pendeta Keristen dan istri, serta empat anaknya, masuk Islam. Merka mengucapkan Syahadat di Masjid Raya As Shalihin Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Mualaf tersebut berasal dari Desa Kangkola, Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, pindah ke Kabupaten Gayo Lues serta memutuskan memeluk agama islam.

Mantan pendeta ini bernama Yotinus Laiya, dan Istrinya, Amillna Bulolo serta 3 anaknya sudah bersyahadat 5 bulan yang lalu, mereka bersahadat saat baru pindah dari Tapanuli Selatan ke Desa Telpi, Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues.

“Satu anaknya lagi baru di sahadatkan pada hari Jum’at di Masjid Ash-Salihin di hadapan Bupati dan Wabup Gayo Lues, serta seluruh tokoh masyarakat dan para tokoh agama saat sedang mengikuti zikir akbar, anaknya yang baru bersahadat tersebut bernama Eky Ardin Caiya, dia baru bersahadat karena dia sebelumnya tinggal bersama saudara saya di Sibolga Binjai, pada tgl 7 Januari 2018 kemaren baru saya jemput,” Ujar Yotinus Sabtu (13/1/2018).

Tak hanya Agama kami saja yang berpindah, akan tetapi nama kami juga terus kami pindahkan, nama saya saat di Kristen Yotinus Caiya, setelah Islam Muhammad Ramadan Caiya, nama Istri saya saat Kristen Amillna Bulolo, sesudah Islam Nurhazanah Bulolo, nama anak pertama saat masih keristen Eky Ardin Caiya, sesudah Islam Ardiansyah Caiya, anak yang ke dua nama saat keristen Ister Asriami Caiya, sesudah Islam Halimattus Sa’diyah Caiya, nama anak ke tiga, saat masih Kristen Ernica Alsari Caiya, sesudah Islam Anisa Caiya, nama anak yang ke 4 saat masih keristen Indah Delpia Caiya, sesudah Islam Indah Rahmadi Caiya,” ujarnya.

Saya se keluarga telah memeluk agama Islam atas kemauan kami sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun, karena sebelum kami datang ke Gayo Lues ini sudah ada niat saya untuk memeluk agama Islam.

Tapi sebutnya, pada saat itu berbagai rintangan yang saya dapatkan, kemudian saya dan istri, serta anak – anak memutuskan untuk pindah ke Gayo Lues dan disini akhirnya kami mendapatkan petunjuk dan hidayah yang sangat luar biasa.

Tanpa kami sadari dan akhirnya kami semua bisa menjadi Islam, hal ini menjadi sebuah keutungan kepada kami semua karena setelah saya pelajari, agama islam itu adalah Rahmatan Lil Alamin.

Jadi saya berharap kepada Pemerintah daerah Kabupaten Gayo Lues, agar lebih memperhatikan keadaan kami, apalagi kami sekeluarga sangat butuh bimbingan tentang Agama Islam, dan kini kami telah menjadi warga Gayo Lues, dan tinggal di samping Masjid Raya Ash-Salihin Kota Belangkejeren.

“Pekerjaan saya sehari – hari hanya sebagai tukang pangkas saja,” sebut Muhammad Ramadan Caiya.(TR)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here