Beranda ACEH TENGAH Di Gayo 12 Lokasi Galian C Tutup, Sopir Dum Truck Demo ke...

Di Gayo 12 Lokasi Galian C Tutup, Sopir Dum Truck Demo ke Gedung DPRK

BERBAGI

REDELONG (LeuserAntara): Akibat sudah tidak tahan menanggung himpitan ekonomi dan tanggungan cicilan kredit dum truck, seratusan  sopir dum truck menggelar aksi protes ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Bener Meriah, Selasa (24/4).

Mereka meminta agar wakil rakyat (anggota dewan) yang duduk di kursi dewan itu menunjukkan “taringnya” sehingga mampu memberikan jalan keluar terkait rumitnya izin galian C yang berada di Kabupaten Bener Meriah, sehingga bisa sampai tutup.

Para pemilik dum Truck itu meminta agar galian C untuk dibuka kembali. Karena dengan mengangkut dan menjual pasir dan batu dari sana, belitan ekonomi dan cicilan dum Truck yang mereka kredit dapat diatasi.

Bahkan, sebanyak 12 galian C harus terpaksa tutup karena masalah regulasi izin yang dinilai berbelit – belit, hingga berhimbas tertutupnya mata pencarian dari sopir trcuk.

Sopir yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengan dan Kabupaten Bener Meriah itu, juga membawa mobil dum trucknya, hingga menutupi hampir seluruh jalan dikomplek perkantoran Pemkab Bener Meriah.

Kedatangan sopir bersama kendaraan dum trucknya tersebut, untuk meminta kejelasan penutupan galian C yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh.

Bahkan, dari orasi silih berganti yang dilakukan oleh massa mengatakan penutupan itu berimbas kepada tersendatnya pembangunan didua Kabupaten bertetangga ini.

Dikarenakan, bahan material, batu dan pasir untuk pembangunan infrastruktur bagi dua Kabupaten itu, yang berada di Kabupaten Bener Meriah.

“Kami menuntut agar galian C dibuka kembali, karena imbasnya ke perekonomian kami, sudah beberapa bulan ditutup, apa yang bisa kami harapkan untuk mengidupi keluarga kami,” kata Muhammad Naif, ketua Organda Bener Meriah.

Tidak beberapa lama sopir melakukan orasi, perwakilan DPRK melalui Ketua Komisi C, Safri Kaharuddin, didampingi anggota DPRK Jawahir Syahputra, Sarbinari, Tgk Muhammad Amin, Jetmen, Mansyur Ismail, mendatangi peserta aksi, untuk meminta 30 delegasi sopir agar melakukan audiensi digedung DPRK.

Dari audiensi yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk Syarqawi, dan unsur dinas terkait yang menangani masalah perizininan, dikatakan bahwa pihak Pemkab berjanji akan memberikan tenggat waktu selama tiga hari kedepan, untuk menemukan solusi agar galian C dibuka kembali.

Mengingat, galian C kini untuk perizinannya berada dibawah wewenang pihak provinsi.(tur)

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here