Beranda ACEH TENGAH

Demo Tolak Tambang di Aceh Tengah Ricuh, 3 Aktifis Dirawat

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): Seratusan massa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Aceh Tengah gelar demo menolak rencana penambangan emas oleh  PT Linge Meneral Resources di Kec. Linge, kabupaten setempat, Senin (8/4) di Takengen.

Dalam aksi protes yang berlangsung di Kantor DPRK Aceh Tengah, massa terlibat bentrok dengan petugas pengaman dari pihak kepolisian dan Satpol PP. Dampaknya, 3 aktifis dilarikan kerumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Kami menolak rencana penambangan emas di Linge. Bupati, Plt gubenur jangan tutup telinga terkait persoalan ini. Bumi Linge harus diselamatkan dari dampak imbas tambang,” ujar Satria Darmawan, koordinator aksi yang melibatkan GMNI, HMI dan LSM Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-ko).

Selain menolak keberadaan tambang, massa juga menuntut pihak eksekutif dan legislatif tidak tinggal diam menyikapi keluhan warga atas rencana penambangan emas di Linge.

“Naldin (ketua DPRK) bacul. Keluar dari dalam (kantor-). Tanggapi ┬átuntutan kami. Jangan hanya mengurus dangdutan, Linge tidak butuh perusahaan tambang,” teriak massa.

Sementara sesaat sebelum terjadi bentrok antar massa dan petugas, Naldin selaku ketua DPRK Aceh Tengah menjumpai pendemo. Dikesempatan itu ia meminta waktu “jeda” guna membahas tuntutan massa dengan pihak terkait lainnya.

*Bupati Diminta Mundur

Selanjutnya, akibat belum mendapat kepastian terkait sejumlah tuntutan tersebut, massa merangsek menyampaikan aspirasinya ke kantor bupati Aceh Tengah.

Namun, lantaran bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar tidak berada di tempat, massa yang berorasi sekitar 15 menit di sana kembali ke Gedung DPRK. Bentrok kembali nyaris terjadi, tapi berhasil dikendalikan oleh ke dua belah pihak.

“Pak bupati tidak peduli Linge. Kami menolak tambang di Linge. Linge merupakan daerah asal Gayo. Jangan cemari tanah Linge dengan rencana ekploitasi emas. Bupati harus mundur. Mundur…Mundur…Mundur!!!,” teriak para pendemo sebelum beranjak kembali ke Kantor DPRK.

Sampai berita ini diturunkan, para pendemo sedang melakukan audiensi membahas penolakan tambang dengan pihak eksekutif (Wakil bupati/Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tengah) maupun pimpinan dewan dan anggotanya di ruang sidang DPRK. [] (Lap.Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here