Beranda ACEH TENGAH Cula Diburu, Badak Aceh Tinggal 150 Ekor

Cula Diburu, Badak Aceh Tinggal 150 Ekor

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara) : Badak, salah satu kekayaan fauna Pulau Sumatera mulai punah di kawasan hutan bumi Aceh. Dipridiksi dalam 20 tahun terakhir jumlahnya tidak lebih dari 150 ekor.

Hal itu diutarakan Fauzan Azima, pengamat lingkungan menjawab Leuserantara.com, Senin (12/2) di Takengen, Aceh Tengah.

Menurut mantan panglima kombatan GAM wilayah Linge ini, terancam punahnya jenis hewan bercula tersebut disebabkan sejumlah persoalan. Selain jalur lintasan badak terganggu, juga ditenggarai maraknya perburuan sumbu (gading) badak.

“Populasi badak sumatera tinggal sedikit lagi di Aceh. Dulu hewan satu ini cukup banyak, khususnya di hutan Gayo. Kenapa demikian? Karena pada masa itu, di belantara hutan Gayo ketersediaan bahan makanannya melimpah seperti buah kayu selemak,” kata Fauzan.

Selain persoalan habitat dan jalur lintasan sebagai pemicu berkurangnya jumlah badak, maraknya perburuan liar terhadap cula menyebabkan hewan langka tersebut terancam punah.

“Cula badak sumatera memiliki khasiat sangat berbeda dengan daerah atau pulau lainnya di nusantara. Sumbu badak asal sumatera memiliki nilai lebih, selain kerap dipergunakan sebagai bahan baku obat-obatan juga bisa digunakan untuk magnit berburu intan,” ungkapnya.

Karena berbagai kelebihan dimaksud, lanjut mantan petugas di Badan Penyuluh Kawasa Ekosistem Leuser (BP-KEL)  Aceh ini, badak sangat rentan diburu oleh warga lokal maupun pendatang asing.

“Bagi pemburu intan di dasar laut, cula badak sangat dibutuhkan. Hal itu karena disetiap titik areal temuan intan, biasanya ditemukan ular “penunggu”. Ukuran ularnya kecil, tapi sangat berbisa. Nah, sumbu badaklah yang mampu mengusir ular berbisa di laut,” jelasnya.

Dari itu, lanjut Fauzan, menjaga kekayaan fauna maupun flora hutan Aceh, saat ini dibutuhkan kerjasama segenap pihak. Selain warga, pemerintah diharap memberikan perhatian serius terhadap hewan langka, khususnya di Aceh.[] (Lap: Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here