SURAT PEMBACA

Puisi: “Cemeti Tumpul Si Pendosa”

Aku dilahirkan di negeri para raja Diantara si pendosa dan penebar cahaya agama Hukum syariat berdamping adat lahir membasuh jiwa Menyapu tumpukan debu, membasmi luka derita lara   Tapi sayang, anganku terbang gersang melayang Menangis meratap di sela megahnya keadilan si pendosa tertawa girang Sebab cemeti tumpul yang tak lagi bertuan   Aku dilahirkan di negeri para raja Diantara si ...

Read More »

KNPB dan Pengkhianatan Suara Papua

Oleh : Wildan Nasution (Penulis pengamat politik masalah Indonesia, khusus Aceh dan Papua. Tinggal di Batam, Kepri *). KELOMPOK yang menyebut dirinya sebagai Komite Nasional Papua Barat (KNPB) belakangan gencar melangsungkan aksi jalanan mendukung keanggotaan Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam Melanesian Spearhead Group (MSG). MSG sebuah blok regional yang meliputi Fiji, ...

Read More »

Jangan Titip Amanah Ke Yang Tak Profesional

Oleh : Masdarsada. (Penulis pemerhati masalah Aceh dan peneliti politik di LSISI Jakarta. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.*) TULISAN INI sebenarnya untuk merespons artikel berjudul “Ketika PA Berubah Orientasi” yang ditulis Jasiran, anggota DPM Unsyiah dan mahasiswa di jurusan sosiologi yang dimuat dihttp://www.acehtrend.co/ketika-pa-berubah-orientasi/. Inti tulisan Jasiran adalah pengakuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia ...

Read More »

Bendera dan Lambang Aceh Tak Perlu Serius Diperjuangkan

Oleh : Toas H (Penulis adalah pengamat politik dari Galesong Institute, Jakarta). KEBERADAAN Qanun Aceh No. 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang Provinsi Aceh sudah bermasalah sebelum disahkan. Karena bertentangan dengan PP No. 77 tahun 2007 tentang lambang daerah. DPRA dinilai bermain-main dengan isu bendera dan lambang Aceh, walau sejatinya paham akar persoalan. Dalam penjelasan pasal tersebut, ikut disebutkan ...

Read More »

Rakyat Aceh Perlu Teliti Memilih Pemimpin

Oleh :  Wildan Nasution-Penulis pemerhati masalah Aceh. Pernah melakukan penelitian di Aceh selama pelaksanaan Darmil dan pasca tsunami Aceh. Tinggal di Batam, Kepri*). ARTIKEL ini dibuat setelah penulis membaca tulisan Syahril, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala yang berjudul “Masih Adakah Pemimpin di Aceh?” yang intinya, ketika keharmonisan antara pemimpin dan wakilnya renggang maka banyak hal yang akan berselisih paham ...

Read More »

Urgensi Audit Dana Otsus di Aceh dan Papua

Oleh : Ananda Rasti-Penulis adalah peneliti muda di Lembaga Analisa Politik dan Demokrasi (LAPD) Jakarta.  Kandidat master komunikasi. Tinggal di Semarang. MELALUI Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua dan Aceh, pemerintah pusat telah mengalokasikan puluhan triliun untuk mengakselerasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Rp 42 triliun dana Otsus diterima oleh Aceh sejak 2008-2015. ...

Read More »

Peran Aktor Keamanan di Pilkada 2017 Aceh

Oleh : Wildan Nasution -Pemerhati masalah Aceh. Pernah melakukan penelitian di Aceh selama pelaksanaan Darurat Meliter (Darmil) dan masa awal pasca tsunami Aceh. Tinggal di Batam, Kepri. PERUBAHAN peta politik di Aceh yang mulai memanas, berpengaruh munculnya gangguan keamanan di Aceh. Untuk itu, Kepolisian Daerah Aceh sudah memetakan daerah dan individu yang berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan menjelang Pilkada 2017. Hal ...

Read More »

Ironi Pembangunan Aceh “Beraroma” Korupsi

Oleh : Almira Fadillah – Penulis adalah peneliti muda di Galesong Institute. Kandidat master politik. Tinggal di Bandung, Jabar. DOMINASI kekuatan politik lokal Aceh telah berlangsung sejak terbitnya PP No. 20 tahun 2007, tentang Partai Politik Lokal di Aceh dan digelarnya pemilu tahun 2009 yang telah mengakomodir partai politik lokal.  Secara berturut-turut, Partai Aceh (PA) yang dianggap merepresentasikan aspirasi politik ...

Read More »

Menghina Presiden = Menghina NKRI

Oleh : Herdiansyah Rahman-Penulis adalah peneliti di Galesong Institute dan LSISI, Jakarta. PIMPINAN Komite Peralihan Aceh wilayah Pase, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah, mengaku bosan menunggu langkah Pemerintah Pusat dalam menuntaskan isi butir kesepakatan damai Helsinki. Tengku Ni–sapaan Zulkarnaini–mengatakan terlalu banyak harapan yang disampaikan pusat. “Kita memang dalam bingkai NKRI. Namun pusat harus komit dengan perjanjian yang tertuang dalam butir-butir MoU. ...

Read More »

Masih Layakkah PA Memimpin Aceh?

Oleh : Masdarsada- Pemerhati politik dan sosial di Bekasi, Jawa Barat. MUSYAWARAH Partai Aceh Bansigom Aceh Tahun 2016 yang berlangsung di Hotel Grand Aceh, Minggu (10/4) ricuh. Informasi yang diterima, musyawarah tersebut dalam rangka mempersatukan visi dan misi untuk menyambut Pemilihan Kepala Daerah 2017. Dari foto-foto yang diterima AJNN, pasca kericuhan, meja dan kursi di ruang aula tempat diadakan rapat berantakan. ...

Read More »