SURAT PEMBACA

Pilkada Ajang Menabur Program Bukan Teror

Oleh: Fadli Kurniawan, M.Pd *) *PENDAHULUAN Konflik berasal dari kata kerja Latin, “configure”, yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan melakukan tindakan kriminal untuk menghancurkannya. Dalam proses demokrasi (elektroral), konflik merupakan sebuah keniscayaan karena setiap individu atau kelompok ...

Read More »

Menatap Aceh, Refleksi Terhadap Milad GAM

Oleh: Cut Widya Hasan )* **Pendahuluan Beberapa hari lagi, seluruh mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di berbagai kalangan dan profesi akan memperingati peringatan Milad GAM ke 40 yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2016 nanti. Selayaknya orang yang akan mengadakan hajatan, para mantan kombatan GAM sudah mulai disibukkan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan agar perayaan Milad GAM bisa berjalan ...

Read More »

Puisi: “Suara Untuk Si Lugu”

Puisi By: Irwandi MN, warga Aceh Tengah aktif di dunia jurnalistik.  Suara itu lantang menepis senyap Membuai si pendengar lugu Terbawa ke alam liar tanpa pasti Hanyut tertindas janji tak berunjung Daku terdiam dalam keramaian Terpaku mendengar celotehan palsu penuh ambisi Tak perduli jalan itu bersalemak duri bertabur dosa Menggapai mimpi para penginjak kaki Heeeehhh…. Deru napas saling berebut keluar ...

Read More »

Puisi: “Senandung Hati Diujung Asa”

Puisi By: Alkhausar Syahdan, Mahasiswa asal Gayo Aceh Tengah di IPB Jawa Barat.  Saat kau hebat aku memujimu Saat kau riang aku tertawa bahagia Saat kau bercanda aku mengimbangi Saat kau bingung aku coba berikan secercah cahaya Hingga kini kau menuntut banyak hal Dan kaupun menuntut apa yang tak ku punya Yang mungkin aku tak tahu kapan bisa punya Seperti ...

Read More »

Puisi: Suara Hati Dari Lumbung Kopi

Mungkin seperti inilah takdir penyair Engkau yang menoreh luka, dan aku yang menulis sajaknya Kopi hitam, lama menunggu nasib Duduk murung tak menjadikannya tabah Rinai hujan jadi pertanda di Oktober menyongsong Rombongan punai membuat langit semakin cerah Sekeluarga katak riang melompat-lompat Di penghujung tahun yang sempurna Benar adanya, hujan itu rahmat Hujan dan secangkir kopi pahit !!! Ada yang lebih melankolis??? ...

Read More »

Puisi Untuk Kawan

Kawan apa kabarmu hari ini Apa masih gundah, semoga tidak Bangunlah sobat Matahari sudah meninggi Kawan sebentar lagi senja merapat Mumpung ada waktu, mari mengejar mimpi Sisingkan lengan baju Lepaskan sejenak benang kusut jiwamu Kawan beranilah menatap langit Di atas bumi di lautan awan membentang Capailah anganmu lupakan letih tubuh Hari esok masih sabar menanti karya mu Kawan ayo bangkit ...

Read More »

Puisi: Titip Rindu Buat Ayah

Ayah Bagaimana kabarmu ayah? Aku harap kau selalu baik Sudah satu tahun kita tidak bertemu Sebenarnya aku rindu tapi aku malu Kerinduanku ini bertumpuk karena tak segera ku sampaikan padamu Kau tahu? Ternyata menyimpan rindu itu tidak semudah membalik halaman buku Ayah,kita memang tidak dekat dalam jarak Kita memang tidak memiliki kenangan semanis kenangan orang terhadap ayahnya sendiri Tapi kenangan ...

Read More »

Siswa Baru Jadi “ATM” Sekolah?

TAKENGEN|LeuserAntara| Isu tak sedap terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) atas siswa-siswi yang masuk tahun ajaran baru di sebagian sekolah di Aceh Tengah  merebak dan jadi berbincangan hangat di tengah masyarakat. Isu indikasi Pungli tersebut bahkan ramai diperbincangkan warga mulai  dari warung kopi sampai di media sosial seperti facebook. Mereka kerap membahas dugaan adanya pungutan sekolah terhadap siswa yang memasuki tahun ...

Read More »

Puisi: “Menitip Kursi Impian”

Menitip kursi empuk impian rakyat Lidah manis membeku berkelok liar menjilat Manusia beradab tapi menempuh langkah tersesat Benci berharap janji surga si para penghianat Runtuh langit  teramuk alam Belaian mesra hilang diterjang tanah bergeretak Puing berserak tangis pilu terpendam Bumi terjaga tunjukan marah bergolak Tempat berbijak kian lama tergadai sudah Bertukar janji sepenipu perkaya diri Rintih perih berurai air mata ...

Read More »

Puisi: Sepenggal Kata Rindu di Masa Lalu

Daku mengenalmu di saat lembayung senja merona malu Seribu langkah memaksa kaki mengayun jiwa Meratap berharap melepas rindu Dikau berlalu menitip senyum tanpa kata Goresan takdir membawa hati menggapai angan Suatu isyarat pertanda irama jiwa mengalun manja Bunga bersemi menebar pesona indah berkesan Ternyata hadirmu obati luka lama menganga Daku mengenalmu ketika lembayung senja merona malu Melangkah pasti merengkuh sejuta ...

Read More »