Bupati Memaparkan Kerusakan dan Korban Akibat Konflik Manusia dan Gajah

REDELONG (LeuserAntara):  Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE, memaparkan di hadapan Wagub Aceh Ir. Nova Iriansyah, terkait konflik manusia dan gajah liar.

Dijelaskannya, pada tahun 2014, sudah 3 orang menjadi korban meninggal akibat diserang gajah. Kemudian Pemda telah melakukan penggiringan.

“Selama ini penggiringan selalu insidentil, tidak dengan konverhensif dan terintegrasi,” papar Bupati Ahmadi, SE di ruangan serba guna Setdakab Bener Meriah, saat melakukan rapat penanggulangan konflik gajah di Bener Meriah, Minggu (17/12/2017).

Dijelaskan bupati, akibatnya masyarakat resah, karena gajah masuk ke pemukiman warga, dan pada tahun 2014-2015 telah terjadi pengungsian sebanyak 500 KK di Kecamatan Pintu Rime Gayo, sebut Bupati.

Dirincikan, konflik manusia dengan hewan gajah ada beberapa lokasi, yakni di kawasan yang dilintasi, Karang Ampar (Aceh Tengah), Bener Meriah dan Bireuen, inilah wilayah lintasan gajah, jumlah yang terpantau 40 ekor, dan menyebar.

Lalu sebut bupati, pada tahun 2016 kembali terjadi pengungsian sebanyak 140 jiwa. Dan jumlah korban hingga 2017 sebanyak 21 jiwa, mulai dari yang meninggal hingga luka-luka dan rumahnya rusak.

Maka kami patut bersyukur sebutnya, Wakil Gubernur dapat hadir kemari dalam rangka penanggulangan konflik gajah di Kabupaten Bener Meriah.

Dirincikan bupati, di lokasi Pintu Rime Gayo terdapat 1500 hektar kawasan hutan HGU milik THL dan dapat dibuat kawasan esensial untuk gajah.

Dan kami sudah lakukan koordinasi dengan mereka, agar lokasi tersebut dapat menjadi kawasan gajah liar.

“Untuk membuat lokasi gajah tersebut kami sudah menghitung menghabiskan dana sekitar 30 Milyar,” ujar bupati.

“Mulai dari menanam makanan gajah seperti buah labu, tebu, pisang dan lainnya. Kami berharap kepada Wagub agar penanganan gajah di dalam jangka waktu pendek,” pungkas Bupati Bener Meriah. (King)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*