Beranda BENER MERIAH Bupati Libatkan Tim Ahli Untuk Rekrutmen Honorer

Bupati Libatkan Tim Ahli Untuk Rekrutmen Honorer

BERBAGI

REDELONG (LeuserAntara): Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE mengundang secara khusus tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan diantaranya adalah Dr. Darul Aman, M.Pd., (tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan), Mahadir, MA (Akademisi) dan Gunawan Tawar (Pemerhati pendidikan sekaligus anggota MPD Bener Meriah).

Hal ini guna memberikan masukan, fikiran serta saran, sekaligus meminta kesediaan mereka untuk membantu Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melaui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, dalam melakukan proses rasionalisasi tenaga honorer khusus dibidang pendidikan (guru) mulai dari TK, SD dan SMP, Senin (8/1/2018) di ruang kerja bupati.

Pada pertemuan ini Ahmadi, menyampaikan kepada tim, latar belakang kebijakan yang menurut beliau adalah sebuah kebijakan yang tidak populer, dan bila ditinjau secara politis sangat merugikan dirinya dengan merumahkan seluruh tenaga honorer, kecuali dibeberapa bidang tugas tehnis tertentu itu.

Proses rasionalisasi ini terus berjalan secara bertahap, sampai dengan bulan Maret sebagaimana janji beliau, khusus tenaga kesehatan dan pendidikan akan diselesaikan lebih awal per akhir Januari 2018 ini.

“Kalau mau pendidikan kita maju dan berkualitas, harus dimulai menempatkan guru yang berkualitas, untuk itu harus diseleksi sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya lagi.

Disisi lain papar Ahmadi, kita juga komitmen dengan dengan salah satu misi kita yaitu “Mewujudkan Pendidikan berkualitas dan Berdaya Saing”.

Bagamana mau menjadikan pendidikan kita berkualitas, bila penyebaran guru-guru kita yang tidak merata dan rasional, di sekolah- sekolah masih kita temukan sangat banyak sekali masalah.

Sebagai contoh, kita menemukan disalah satu sekolah jumlah siswanya 9 orang, guru PNS 2 orang, guru honorer 18 orang dan dari jumlah itu 7 orang guru Pendidikan Agama Islam.

Sedangkan yang lainnya ada sekolah SD dengan jumlah suswa hampir 400 orang, rombelnya ada 11, gurunya hanya 7 orang, kasus lain tambahnya lagi banyak ditemukan guru-guru honorer yang mengajar yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya, guru agama ada yang mengajar IPA, mengajar Matematika, mengajar Bahasa Inggeris dan lain-lainnya, “apa ini harus kita biarkan?” tanya Ahmadi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Drs. Rayendra dalam paparanya menyebutkan, setelah dilakukan kajian dan analisis terhadap kebutuhan guru, maka pihaknya hanya membutuhkan guru honorer sesuai rasio kebutuhan guru untuk TK sejumlah 93 orang yang akan di tempatkan di TK-TK Binaan dan TK-TK Satu Atap, untuk SD dari sejumlah 858 orang guru honorer, yang ada sekarang hanya dibutuhkan 480 sedangkan untuk SMP dari 495 orang guru honorer sekarang, hanya dibutuhkan 247 orang saja.

Sedangkan Dr. Darul Aman, M.Pd. disamping menyampaikan kesiapan dan kesediannya bila memang dipercayakan untuk dijadikan sebagai tim asesor, juga menyampaikan apresiasi dan rasa salutnya kepada Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE atas keberanian dan komitmennya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Bener Meriah.

“Memang kalau ingin pendidikan itu maju salah satu cara yang harus dilakukan adalah cara seperti ini, kalau ini bisa terwujud dalam hitungan satu semester saja akan sudah tampak hasilnya, kita juga akan merumuskan formulasi, cara dan strategi dalam merekrutmen kembali tenaga guru honorer ini sesuai kebutuhan dilapangan, saya yakin bila ini berhasil akan ada kabupaten/kota yang lain akan mengadopsi kebijakan ini,” sebutnya.

Pengalaman kami study banding dan berkunjungan ke beberapa daerah baik di dalam negeri maupun manca negara menunjukkan, bahwa untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas harus dimulai salah satunya adalah dari kualitas gurunya disamping faktor-faktornya, tambah doktoral bidang pendidikan ini.

Mahadir, MA juga menyampaikan pendapat dan pandangannya yang tidak jauh berbeda dengan Dr. Darul Aman, M. Pd., Akademisi dan merupakan putra daerah Bener Meriah kelahiran Kampung Gele Wih Ilang Kecamatan Bandar ini, meminta jaminan independensi tim ini nantinya kepada Bupati.

Dan permohonan ini dijawab oleh Bupati Ahmadi dalam closing statemennya, bupati akan selalu menjamin hal ini, saya tidak akan campuri proses ini nantinya, saya tidak punya kepentingan lain dalam kebijakan ini selain ingin membawa perubahan dan kemajuan kabupaten yang kita cintai ini, tegasnya Ahmadi lagi.(Ril)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here