Beranda BERITA Bupati Galus Dilantik, Awak Media “Dikebiri”

Bupati Galus Dilantik, Awak Media “Dikebiri”

BERBAGI

Blangkejeren (LeuserAntara): Pelantikan Bupati Gayo Lues (Galus), Muhamad Amru – Said Sani priode 2017 – 2022 oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf “dicederai” dengan adanya pembatasan peliputan dari panitia bagi awak media yang bertugas meliput di Gedung DPRK setempat, Selasa (3/10/17).

Ketua PWI Gayo Lues, Rasidan sangat menyesalkan atas kejadian ini. Padahal kebebasan pers di Indonesia dalam era reformasi ditandai dengan lahirnya undang – undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Menurutnya, kebebasan pers sebagai penyalur informasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Undang – undang nomor 40 tahun 1999 dengan pers telah sesuai dengan fungsi dan tugas pokok sebagai media pers dan tidak terpengaruh dengan kepentingan sepihak.

Berbicara dengan dasar hukum kebesan pers, lanjutnya, dinyatakan dalam konstitusi negara undang – undang dasar 1945 yang telah diamandemen, pasal 28 f UUD 1945 menyatakan, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.

Ditambahkan Rasidan, waktu yang berikan oleh panitia terhadap wartawan meliput berita sekaligus mengambil dokumentasi saat pelantikan Bupati Muhammad Amru- Said Sani sangat terbatas hanya dalam waktu dua menit.

“Waktu yang diberikan oleh panitia penyelenggara sangat terbatas kecuali hanya untuk dua orang awak media. Sementara wartawan di Gayo Lues terdiri dari media cetak, online, elektronik jumlahnya puluhan orang.”

“Yang jelas kami selaku wartawan sangat kecewa dengan panitia penyelenggara seharusnya tugas menyampaikan informasi baik dari bawah ke atas begitu juga sebaliknya dari atas ke bawah,” paparnya.

Sebenarnya masalah usulan untuk meliput telah diminta dengan waktu lima belas menit ternyata pihak panitia penyelenggara tidak mengindahkan usulan tesebut.

Kenapa dikabupaten lain peliputan untuk pelantikan bupati dan wakilnya diberikan waktu untuk meliput lebih dari dua menit,” ucapnya.

Sementara itu seorang wartawan Muhamad mengatakan, dirinya sangat kecewa karena tidak dapat mengambil dokumentasi pelantikan bupati. Padahal Bupati terpilih berlatar belangan dari wartawan,” ¬†sesalnya. [] (Red/TR)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here