Bupati Ahmadi Paparkan Program Pembangunan Infrastruktur di Hadapan Kementerian PUPR

Jakarta (LeuserAntara): Bupati Bener Meriah memaparkan atau presentasi, Program kerja lima tahun ke depan di hadapan pejabat kementerian PUPR tentang kondisi pembangunan jalan di Kabupaten Bener Meriah.

Presentasi tersebut dilakukan Bupati Ahmadi, SE dihadapan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) Ir. Abraham Barus, Kasubdit Perencanaan Jalan Nasional dan Daerah Kementrian PUPR, beserta staf, Kamis, (2/11/2017).

Dalam penjelasan tersebut, Bupati Bener Meriah merincikan sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten ini, baik jalan yang sudah dibangun, perlu peningkatan dan yang perlu dibangun.

Disamping itu, bupati juga mengusulkan pelebaran jalan yang semula terdapat 4 meter, menjadi 5 meter bahkan lebih. Mengingat sebagian besar jalan penghubung di Bener Meriah hanya lebar empat meter.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Abraham Barus, mengatakan yang diutamakan jalan bisa terhubung, ke daerah-daerah terpencil, kalau perlu nanti dapat ditingkatkan pelebaranya. Yang penting terhubung dulu antar daerah yang terisolir.

“Kalau melihat presentasi dari bupati, banyak lagi pembangunan infrastruktur yang harus dibenahi, di daerah ini,” ujar Abraham Barus.

Penjelasan bupati sudah komprehensif, kami berharap bupati juga bisa mempresentasikanya ke anggota DPR-RI yang mewakili daerah ini. “Kami juga akan menyampaikan ke pimpinan, dan menunggu bagaimana arahan beliau,” ungkap Abraham.

Abraham juga menjelaskan, untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) itu adalah bidang kami dan kami memahaminya. Kemudian, dana yang lainnya masih dalam kajian, seperti dana hibah. “Dana tersebut, tinggal menunggu kepastian dari kementerian keuangan,” jelasnya.

Dirincikannya, untuk tahun ini, alokasi dana untuk jalan dari dana DAK sekita 18 triliun, jadi jika dibagi ke beberapa daerah hanya mendapat sekitar 20-40 milyar per daerah.

“Daerah kita memang sangat luas dan pembangunan tidak merata, ketika kita alokasikan dan ke daerah tertentu dan lebih besar, dapat menimbulkan kecemburuan dari daerah lain,” ujar Abraham Barus.

Di lain pihak sebutnya, tugas atau beban pembangunan jalan nasional terus meningkat. Sementara itu anggarannya menurun.

Pihak Kementerian PUPR ini memberi saran, yang penting bagi kita, bagaimana meningkatkan pendapatan dan mengoptimalkan anggaran yang ada.

“Mudah-Mudahan dengan membaiknya kondisi jalan, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat, dan kondisi ekonomi masyarakat terbantu,” harapnya.

Terakhir, Abraham berharapkan, daerah bisa memilih yang lebih prioritas, umpama pembangunan potensi wisata, perkebunan kopi “dan kami harap daerah bisa mengembangkan lokasi yang dapat menghasilkan pendapatan, agar pusat memberikan perhatiannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis PUPKP Bener Meriah Ir. Armaeda mengatakan, terkait pekerjaan yang menggunakan anggaran DAK untuk tahun 2017, sudah terserap 75 persen, dan diupayakan akhir tahun sudah selesai.

“Kami berharap, ada perhatian khusus dan lebih prioritas untuk pembangunan di Kabupaten Bener Meriah, agar terlepas dari daerah yang dianggap miskin di Provinsi Aceh,” pungkasnya.(HMS)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*