Beranda ACEH TENGAH

Bagian-3: “Pejabat Bermental Budak”

BERBAGI

TAKENGEN | LeuserAntara | Ada beragam pendapat yang mendasari mengapa masyarakat menolak Kunker anggota DPR Aceh ke luar negeri.

Menurut Aramiko Aritonang, penggiat LSM GeRAK Gayo, Aceh Tengah yakni; pertama; studi banding dinilai tidak tepat, karena belum memiliki tujuan jelas dan hasilnya belum tentu menghadirkan manfaat.

Kemudian selain pemborosan dan menghabiskan uang rakyat Aceh, juga efektivitasnya belum pernah teruji. Bahkan diduga di setiap studi banding tidak pernah ada laporan ke publik. Ke dua; studi banding tidak etis secara sosial-politik karena kini masyarakat Aceh sedang dililit kesulitan ekonomi.

Lain itu, masyarakat mempertanyakan sensitivitas anggota DPR Aceh dengan pemborosan uang negara. Sementara, banyak rakyat masih menderita memiskinan, sedang di sisi lain anggota DPR melenggang ke luar negeri.

Ketiga; Kunker  Anggota DPR Aceh ke luar negeri  kerap mengingkari transparansi dan akuntabilitas. Bahkan diduga takut disorot masyarakat, kegiatan Kunker biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Ke empat; berulang kali terjadi, Kunjungan Kerja (Kunker)  ke luar negeri anggota DPRA terkesan salah sasaran karena negara yang dikunjungi merupakan negara yang sistem politik, aspek sosial dan kondisi geografisnya bertolak belakang (berbeda) dengan kultur, budaya masyarakat di Aceh.

Ke lima; pelaksanaan Kunker kurang tepat karena citra DPR Aceh sedang “merosot” akibat banyak anggotanya bermental koruptif dan produktivitasnya memprihatinkan.

“Kami kira sudah jelas, rakyat Aceh saat ini sangat berharap DPRA sebagai ujung lidah di provinsi  mampu membawa Aceh secara keseluruhan ke arah lebih baik. Tapi bukan sebaliknya mengutamakan Kunker di tengah beragam prolema dan kekurangan yang dihadapi rakyat seperti persoalan pendidikan dan ketertinggalan fasilitas umum di sejumlah kabupaten di Aceh,” tukas Aramiko Aritonang. (Habis) (R02/rel).

 

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here