Bagi “Kue” Pembangunan Tak Adil, Gubernur Aceh Dikritik

Takengen (LeuserAntara) : Miris wilayah pedalaman Gayo serumpun terkesan termarginalkan dalam pembagian “kue pembangunan” Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diusulkan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

“Dalam surat yang ditandatangani Gubernur Irwandi Yusuf yang ditujukan kepada Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sangat jelas tidak ada satupun program Strategis Nasional yang menyentuh wilayah Gayo,” kata Waladan Yoga, aktivis GeRaK Gayo dalam press realise yang diterima media ini, Senin (11/09/17).

Seperti diketahui, lanjut Waladan, Proyek Strategis Nasional (PSN) dan program strategis lainnya yang diusulkan Irwandi diantaranya; pembangunan waduk di Pidie, jalan tol di wilayah pesisir Aceh, terowongan-terowongan dan pembangunan tanggul di Singkil serta drainase juga di Pidie.

“Kenapa tidak satupun, gubernur mengusulkan PSN itu masuk ke wilayah Gayo? Apa pertimbangan beliau sehingga hanya kawasan pesisir saja yang menerima manfaat program tersebut. Apa ini murni arahan dari pemerintah pusat atau Irwandi sendiri yang tidak tegas dan lupa terhadap kebutuhan pembangunan serta loyalitas urang (orang) Gayo,” sesal Waladan.

Menurut Waladan, jika dibanding infrastruktur di kawasan pesisir dan di daerah pegunungan (Gayo), tentunya, kawasan pesisir jauh lebih bagus dan berinfrastruktur lebih modren. Pun begitu, wilayah pesisir kembali akan mendapatkan Proyek Strategis Nasional yang sudah diamini pemerintah pusat.

Ditambahkan, untuk  memberi rasa adil dan menumbuh kembangkan kawasan Gayo sejauh ini belum ada langkah nyata dari Irwandi Yusuf, setidaknya masyarakat Gayo bisa menilai dari program yang diusulkan gubernur Aceh yang diduga masih sangat berpihak ke wilayah bagian pesisir.

Ia berpendapat, semua poin yang diusulkan oleh Gubernur, saat ini sangat dibutuhkan Gayo. Minsalnya; pembangunan waduk di Pidie, seharusnya Gayo lebih diprioritaskan karena masih ada sawah yang tidak terairi dan minim fasilitas.

*Gayo Masih Butuh Fasilitas

Kemudian soal pembangunan  jalan tol, di pesisir Aceh, harusnya Gayo juga mendapat porsi sama untuk pembangunan. Akses yang menghubungkan Aceh Tengah – Bireun di sepanjang 100 KM masih belum layak, rawan longsor dan macet serta badan jalan yang sempit.

Sementara itu, di jalan KKA yang menghubungkan Bener Meriah – Lhoksemawe di sepanjang 70 KM kondisinya mulai rusak, rawan longsor dan dihari tertentu terkendala macet yang sangat parah, ungkap Waladan.

Pembangun terowongan seharusnya juga dibangun di wilayah Gayo. Hal itu lantaran jalan- jalan utama di daerah pendalaman Aceh ini berkelok, kerap ditemui tanjakan dan penurunan yang curam serta rawan terjadi kecelakaan.

“Semua poin usulan PSN oleh Irwandi Yusuf tak satupun masuk ke wilayah Gayo. Padahal masyarakat di pedalaman ini juga sangat butuh akselarasi pembangunan. Ini benar-benar tak adil. Harusnya gubernur Aceh, bisa bijak dan adil atas usulan pembangunan, tidak selalu berpihak ke daerah pesisir,” tukasnya. [] (rel)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*