Beranda EKBIS atgas OJK| Waspada Investasi Bodong !

atgas OJK| Waspada Investasi Bodong !

BERBAGI

ojk

Medan |LeuserAntara| – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pemerintah melakukan sosialisasikan peran dan fungsi OJK serta pokok-pokok Undang-undang nomor 21 tahun 2011 tentang otoritas jasa keuangan. Pada 1 Januari 2012 mulai beroperasi yang saat ini memasuki masa transisi.

Direktur Pemeriksaan & Penyidikan Pasar Modal OJK, Sarjito mengatakan satgas waspada investasi di mana ciri orang Medan paling senang melakukan spekulasi. Satgas adalah OJK, kementerian Perdagangan, Meneg UKM & Koperasi, menkoinfo mecari duit melalui online di mana kejahatan online sedang marak.BKPN dan Mabes Polri serta MA. Dorum koordinasi yang tidak lahir dari undang-undang.

“Maraknya kasus investasi bodong yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan menunjukan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan cara dan teknis berinvestasi yang aman,” katanya  dalam acara ‘Jurnalist class’ Selasa (3/9/2013) di JW Marriot Hotel-Medan.

Terkait hal tersebut OJK telah melakukan upaya maksimal untuk mencegah terjadinya praktek penipuan investasi. Caranya, dengan membentuk Satuan Tugas Penanganan Dugaan Pelanggaran Hukum Di Bidang Penghimpunan Dana Mayarakat dan Pengelolaan Investasi Ilegal atau Mencurigakan. Adapun tugas Satgas tersebut adalah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang bagaimana cara berinvestasi yang aman dan menguntungkan.

“Waspadai investasi menjanjikan keuntungan besar. Invetasi bodong juga marak terjadi di Medan tetapi banyak konsumen tidak melaporkan kejadian tersebut.

Apabila ada kasus tersebut, Satgas melakukan tindakan ketika ada laporan dari masyarakat banyak terjadi kasus kepermukaan investasi bodong tapi para konsumen di Medan tidak ada melapor terutama masyarakat di Medan. Sebenarnya, para investor memang belum ada survei mengenai soal investasi tersebut.

“Saat ini, ada 150 investor bodong pengaduan hari ini ke contact centre OJK oleh sebab itu masyarakat harus di edukasi agar tidak kasus-kasus seperti ini tidak terjadi kedepannya,”

Dia menjelaskan salah satu kasus PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) yang sedang ramai dibicarakan ternyata telah menyalahgunakan izin yang diberikan oleh BKPM ke perusahaan tersebut. izin yang diberikan BKPM pada Golden Traders sebatas izin usaha sebagai distributor komoditas emas. Artinya, kalaupun emas diperdagangkan oleh perusahana tersebut hanya boleh dilakukan dalam skala besar tidak dijual langsung kepada pengguna akhir atau konsumen seperti sekarang.[libiz|

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here