Beranda KOLOM

Artikel: Momentum BDF (BALI DEMOCRACY FORUM) 2013 dan Penegasan Peran Indonesia Menjaga Stabilitas Demokrasi Dunia

BERBAGI

images

Oleh: Arman Ndupa

Bagi Indonesia, demokrasi tidak hanya mengenai kesuksesan pelaksanaaan pemilihan umum. Tetapi demokrasi harus berkonsolidasi dan menjadi akar disetiap aspek kehidupan nasional.

Demokrasi merupakan bagian dari nilai Pancasila dan filosofi bangsa yang harus tercerminkan dalam setiap kebijakan luar negeri Indonseia. Indonesia menekankan pentingnya pembangunan demokrasi berdasarkan prinsip utama yaitu, demokrasi tidak bisa dipaksakan dari luar.

Ini sesuatu yang harus dibangun atas dasar pengalaman sejarah bangsa sendiri dan kondisi budaya. Kedua, Pembangunan Demokrasi sangat penting bagi masyarakat dunia, terlepas dari ideologi dan aliran politik mereka, untuk belajar satu sama lain dalam menyempurnakan metode pemerintahan sehingga mereka dapat lebih mencapai kemakmuran dan perdamaian. Proses saling belajar dan berbagi pengalaman akan menjadi sifat demokrasi sebagai alat pemersatu.

Indonesia memiliki kemampuan untuk mendorong demokrasi yang lebih mapan bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Pembangunan Demokrasi bermanfaat untuk menciptakan dan terbentuknya keamanan yang lebih baik di wilayah ini.

Melalui pembangunan demokrasi, keamanan regional akan lebih terjamin jika negara-negara anggota ASEAN mematuhi prinsip-prinsip demokrasi tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa ketika menjadi Ketua ASEAN pada 2003, Indonesia mengedepankan gagasan agar ASEAN memulai kerjasama di bidang pembangunan demokrasi dan perlindungan serta penegakan hak asasi manusia (HAM).

Kita pun menyadari bahwa Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk memastikan program-program demokrasi bisa berjalan di kawasan Asia Tenggara. Salah satu upaya itu adalah pembentukan Bali Democracy Forum (BDF), yang tidak hanya melibatkan negara-negara di Asia Tenggara, tetapi juga negara-negara di Asia-Pasifik lainnya.

Bali Democracy Forum merupakan forum kerjasama tahunan antara negara-negara demokrasi di Asia yang diadakan setiap akhir tahun di Bali. Tujuan dari Bali Democracy Forum adalah membangun serta mempertahankan sebuah forum antara negara-negara Asia untuk mempromosikan pembangunan politik melalui dialog dan kerjasama dalam memperkuat kepatuhan terhadap nilai-nilai dan pengembangan lembaga-lembaga demokratis.

Bali Democracy Forum juga memprakarsai dan memfasilitasi untuk belajar dan berbagi pengalaman sebagai strategi menuju konsolidasi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di wilayah Asia dan sekitarnya. Tujuan tersebut dibangun pada platform untuk saling mendukung dan kerjasama dalam konteks membangun demokrasi dan lembaga-lembaga politik.

Kita menyadari bersama bahwa pembangunan demokrasi menjadi fokus dalam agenda kerjasama ASEAN. Untuk itu, Indonesia harus mampu mengaitkan aspek perdamaian dengan demokrasi. Pembangunan demokrasi harus dijadikan sebagai sarana untuk menciptakan perdamaian dalam proses transisi.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat di negara-negara yang sedang mengalami transisi demokrasi persoalan perdamaian menjadi sangat krusial. Melalui demokrasi diharapkan akan tercipta masyarakat madani yang terbuka bagi diskusi, komunikasi, dan saling pengertian yang lebih baik guna mengatasi berbagai potensi konflik, termasuk sengketa perbatasan dan masalah-masalah geopolitik lainnya. Demi terciptanya perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Ketika Indonesia mampu memposisikan diri sebagai garda terdepan dari pembangunan demokrasi akan menciptakan frame bahwa stabilitas sosial politik Indonesia berada pada posisi yang baik. Hal ini tentu dapat mendorong negara-negara lain untuk berinvestasi di Indonesia.

Pada kegiatan BDF 7-8 Nopember 2013 ini nantinya pun mampu menjadi momentum untuk untuk memberitahukan kepada masyarakat dunia bahwa proses Demokrasi (sosial politik) di Indonesia berjalan stabil. Terutama untuk daerah-daerah perbatasan dan rawan konflik, dimana saat ini masih menjadi sorotan, seperti di Aceh dan Papua Barat.

Indonesia harus mampu menjelaskan kepada dunia bahwa konflik perbatasan mampu dikelola dengan baik oleh pemerintah dan negara luar tidak perlu merasa khawatir ataupun ikut campur dengan persoalan ini. Dengan demikian Indonesia akan tetap di segani oleh negara-negara lain, terutama di kawasan asia. Secara umum ada beberapa hal yang dapat di manfaatkan Indonesia pada kegiatan Bali Democracy Forum (BDF) 2013 nanti, yaitu :
1. Meningkatnya dukungan masyarakat internasional, khususnya dari negara-negara anggota terhadap keutuhan dan Kedaulatan RI
2. Meningkatnya peran dan pepemimpinan Indonesia dalam kerja sama antar negara-negara anggota di Bidang poitik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya;
3. Meningkatnya dukungan dan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia yang demokratis, aman, damai, adil dan sejahtera; serta
4. Meningkatkan Hubungan Bilateral dan Multilateral yang saling menguntungkan

Dengan demikian, kiranya pemerintah perlu memperhatikan dinamika dan interaksi tidak hanya pada level politik Internasional tapi juga isu domestik dikarenakan dalam kebijakan luar negeri sebagai bagian yang langsung maupun tidak langsung timbul dan terkait erat dengan permasalahan dalam kebijakan dalam negeri.

Seperti yang tercermin dari masalah TKI, perbatasan, lingkungan, budaya, lemahnya penegakan hukum, maupun keamanan. Sehingga penting bagi Indonesia untuk terus memperhatikan isu-isu domestik yang membutuhkan penanganan bersama para anggota dan dunia Internasional.

Arman Ndupa, Nopember 2013 (Penulis Alumni Pascasarjana KSI UI dan Analis Kajian Strategis Nusantara Bersatu).

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here