Apa Kabar Getah Pinus Aceh Tengah ?

 

Takengen |LeuserAntara| Tokoh masyarakat Aceh Tengah Ir Sukri AB mempertanyakan, bagaimana sudah pengelolaan getah pinus Aceh Tengah untuk kepentingan Pendapatan Asli Daerah kabupaten ini.

“Kami ingin mengetahui, bagaimana dan sampai mana kinerja BUMD Aceh Tengah yang melakukan pengelolaan getah pinus yang berada di Kecamatan Linge,” tanya Sukri AB kepada LeuserAntara, Selasa (25/7).

Pernyataan ini perlu diketahui sebutnya, karena BUMD yang mengelola getah pinus hampir tidak pernah melakukan ekspose kepada masyarakat.

Ditambahkannya, sesuaikah nilai PAD getah pinus, pajak dan lainnya yang masuk ke kas daerah. Bagaimana tehnis pengambilan getah pinus agar pinus tidak rusak.

“Kami sangat menyesalkan, pihak pengelola BUMD tidak pernah melakukan ekspose terkait pengambilan getah pinus. Siapa dan dari mana tenaga kerja. Berapa ratus hektar lahan pinus yang dikelola,” ungkap pengusaha ini.

Lalu, sejauh mana Pemerintah Daerah Aceh Tengah mengawasi kinerja BUMD ini?

Tahun 2013 kita pernah memprotes kebijakan daerah ini, dengan memberi kewenangan dari perusahaan Cina untuk melakukan penderesan getah. Saat itu tenaga kerja dan lainnya semua didatangkan dari negeri tirai bambu itu.

Setelah mereka hengkang dari tanoh gayo ini, kemudian pengelolaan pinus diambil alih oleh BUMD, ternyata sama saja. “Mereka kurang transparan,” ucapnya.

Sekira tahun 2013, LeuserAntara pernah melakukan ekspose terkait kecurangan cara mengolah getah pinus oleh salah satu perusahaan dari Cina.

Ketika itu, tehnis penderesan getah pinus ada bermacam-macam cara, namun yang dilakukan oleh pihak PT. Anchen Huaqong adalah sistem deres mati, dengan ciri membuat koakan (mencungkil kulit pinus hingga dalam dan lebar).

Sehingga, puluhan ribu pohon pinus yang telah mereka ambil getahnya terancam mati.

Lebih parahnya lagi, perusahaan milik investor Cina ini telah melanggar sejumlah perjanjian dan diduga dalam proses menghasilkan getah pinus tersebut, mereka tidak membayar sumbangan PAD maupun sejumlah kewajiban lainya kepada negara.

Nah, saat ini BUMD mengambil alih pengelolaan pinus tersebut, sampai dimana dan bagaimana hasilnya? Apakah daerah terbantu oleh salah satu sumber PAD tersebut? (D3)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*