Beranda ACEH TENGAH Anggota DPR-RI Irmawan: Pemekaran ALA Wajib dan Bukan Hal Yang Dilarang

Anggota DPR-RI Irmawan: Pemekaran ALA Wajib dan Bukan Hal Yang Dilarang

BERBAGI
Foto: Irmawan, S,Sos Anggota DPR-RI dari wilayah ALA.

GAYO LUES: Kuatnya arus permintaan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) akhir – akhir ini, merupakan perjuangan yang tidak akan berhenti dilakukan oleh masyarakat ALA yang berada di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Singkil dan Kota Subulussalam.

Gaung pemekaran seakan menghentak semua pihak, padahal perjuangan pemekaran ALA sudah dilakukan sejak 16 tahun lalu, dan pada tahun 2004 perjuangan tersebut makin menguat dengan dibentuknya KP3ALA (Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara), kemudian dipertegas lagi dengan adanya Deklarasi Kuta Cane tahun 2005.

Anggota DPR RI asal Dapil II Aceh yang mencakup Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara Irmawan.S sos, di Blangkejeren beberapa waktu lalu mengatakan, pemekaran provinsi ALA tetap dan wajib diperjuangkan. Untuk itu sebut Kader Partai PKB ini, dirinya akan meminta kepada fraksinya di DPR RI, agar mengijinkan dia pindah dari komisi III ke komisi II.

“Saya sudah menyampaikan untuk pindah ke komisi II, ini saya lakukan untuk memback up, pemekaran Provinsi ALA. Saat ini, di komisi II hanya ada satu anggota DPR RI asal kawasan ALA, yakni bung Tagore dari PDI P. Untuk itu, saya ingin bergabung di komisi II, sehingga dengan demikian ada dua anggota Komisi II asal Kawasan ALA, dan perjuangan Pemekaran ALA akan lebih terarah, sebab komisi II merupakan komisi yang membidangi pemekeran wilayah,” ujarnya.

Saat ditanyakan sejauh mana saat perkembangan wacana pemekaran Provinsi ALA di DPR RI, Irmawan mengatakan, wacana tersebut masih tetap gempita, berbagai upaya untuk pemekaran Provinsi ALA terus dilakukan, termasuk memperjuangkan Pemekaran Provinsi ALA masuk dalam Program legeslasi nasional (progelnas) 2016.

“Kalau sudah masuk ke Prolegnas mau tidak mau wajib hukumnya tahun 2016 Provinsi ALA harus lahir, inilah yang harus kami perjuangkan di DPR RI,” papar Irmawan.

Ketika disinggung kenapa harus ada pemekaran di Provinsi Aceh? Irmawan dengan tegas menyebutkan, pemekaran wilayah bukan hal yang dilarang. Selain masalah rentang kendali dan jauhnya pelayanan publik, kemudian Aceh yang begitu luas sehingga tidak mungkin dapat secara adil diperlakukan.

Ditambahannya, dalam hal budaya masyarakat Aceh dikawasan pesisir, sangat berbeda jauh dengan budaya yang dalam wilayah Aceh Leuser Antara, begitu juga dengan adat istiadat. Masyarakat ALA merasa sudah mampu hidup mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri, dan siap bersaing dengan Aceh lainnya untuk menapak Aceh yang lebih makmur dan berkeadilan secara keseluruhan, papar Irmawan.S sos yang hadir di Blangkejeren atas undangan Bupati Gayo Lues dalam resepsi pernikahan putra Bupati Ibnu Hasim (azl)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here