Beranda ACEH TENGAH Aman Kuba Menang Perkara Atas Tanah di Kp.Kayukul

Aman Kuba Menang Perkara Atas Tanah di Kp.Kayukul

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): Eksekusi tanah dan bangunan sejumlah Ruko milik warga Kp. Kayukul di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah dengan dikawal sekitar seratus aparat hukum berjalan lancar tanpa ada kendala berarti.

Eksekusi tersebut digelar setelah keluarnya, putusan pengadilan negeri Takengon dengan nomor 21/PDT G/2007 berdasarkan pada putusan Pengadilan Banda Aceh nomor 28/PDT/2009/PT.BNA jo putusan kasasi Mahkamah Agung nomor 468 K/PDT/2010 jo putusan peninjauan kembali mahkamah agung nomor; 385/PK/PDT/2015.

Menurut Ketua Pengadilan Aceh Tengah, Endi Nurindra Putra amar putusan telah berkekuatan tetap mengandung penghukuman yaitu, menghukum kepada tergugat atau termohon untuk menyerahkan tanah seluas 13.179 meter persegi dalam keadaan kosong ke pemohon.

“Hari ini eksekusi kita jalankan sesuai hukum. Tidak ada lagi sangahan atau apapun namanya. Hal itu setelah amar putusan dibacakan dilapangan dan didengarkan oleh aparat kampung dan masyarakat luas, eksekusi kita mulai, seperti yang kita lihat bersama,” kata Endi Nurindra Putra, Kamis (1/11).

Lain itu, keluarga ahli waris H. Aman Kuba melalui Kuasa Hukum, Ni`mah Kurniasari, mengatakan, perjalanan panjang kasus perkara tersebut sudah selesai. Perkara ini didaftarkan gugatanya di Pengadilan Negeri Takengon sejak September 2007 dan setelah memiliki kekuatan hukum tetap di 2010 kemudian diajukan permohonan eksekusi di 2012.

Selanjutnya peninjauan kembali yang diputuskan oleh mahkamah Agung 2015 lalu. Kemudian tahun yang sama kembali diajukan permohonan eksekusi namun terkendala dengan adanya dua kali perlawanan eksekusi.

“Begitu panjang untuk memperjuangkan kembali warisan dari keluarga besar Aman Kuba. Atas kesabaran semua pihak terutama keluarga besar, apa yang menjadi tangungjawab dan menyelamatkan akhirnya bisa sampai,” kata Ni`mah.

Ditambahkan, sebelum ini berbagai upaya mediasi sudah dilakukan, dan masalah ini sudah ada sejak tahun 1975. Dimana saat itu H. Aman Kuba mengajukan sendiri mengajukan keberatan terhadap pihak yang menempati tanah miliknya. “Namun tidak ada pernah digubris oleh pihak yang menempati tanah tersebut,” ungkapnya.[] (R02)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here