Akhirnya, 150 Unit Sarang Maksiat Lumat

REDELONG (LeuserAntara): Setelah melakukan negosiasi yang baik dengan Bedul sang pemilik objek wisata Jamur Gogop (Gayo-Red), Kecamatan Pintu Rime Gayo, akhirnya Bupati Ahmadi, SE dan Wakil Bupati Tgk. H. Sarkawi langsung memimpin pembongkaran Jamur itu, Selasa (12/9).

Bedul sang pemilik lokasi yang sering disebut-sebut sebagai pemilik lokasi yang berbau maksiat itupun pasrah. Dari sejumlah sumber yang dihimpun media ini, sebanyak 150 unit Jamur yang tertutup atap rumbia hingga ke tanah, telah habis dirubuhkan oleh petugas Satpol PP.

Ketika Ahmadi dan Abuya Sarkawi yang didampingi Kapolres, Danyon 114  serta di back up oleh Satpol PP dengan sejumlah personel polisi dan TNI dengan menggunakan peralatan lengkap ahirnya Bedul yang terkenal “sangar” dan tak tersentuh hukum itu berubah lembut dan menuruti apa yang dikatakan oleh pemimpin Bener Meriah ini.

Turut serta dalam pembongkaran itu Anggota DPRK Bener Meriah, Ketua MPU Bener Meriah.

Usai melakukan pembongkaran jamur yang diduga banyak disalahgunakan oleh pengunjung objek wisata Ali-Ali, tim beserta pemilik Ali-Ali kemudian melakukan sholat berjamaah dan makan siang bersama.

Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa dirinya dan pemilik objek wisata Ali-Ali telah berjanji akan memperbaiki objek wisata tersebut menjadi objek wisata yang islami.

“Saya berjanji akan membenahi wisata Ali-Ali dan merubah image negatif wisata Ali-Ali menjadi wisata yang Islami sehingga akan ramai dikunjungi.” ujar Bupati Bener Meriah itu.

Lanjut Ahmadi pembongkaran dilakukan bertujuan untuk menata tempat wisata Ali-Ali menjadi lebih baik ke depan dan untuk menangkis opini-opini yang miring ditengah masyarakat.

“Kami selaku pemimpin daerah berjanji akan merobah objek wisata Ali-Ali menjadi positif. Jadi kami minta kepada seluruh masyarakat untuk berhenti berasumsi miring terhadap Ali-Ali, ini tugas dan tanggung jawabkita bersama,” ujar Ahmadi.

Dilanjutkannya, konsep dalam pembenahan objek wisata Ali-Ali ini yang kami lakukan pertama, tidak dapat bertentangan dengan syariat islam, kedua pondok-pondok yang semula tertutup, akan kita robah menjadi tempat duduk-duduk santai dan tentunya tidak mengundang perbuatan yang tidak baik, dan saya akan mensosialisasikan hal tersebut kepada khalayak ramai.

Sementara itu Wakil Bupati Bener Meriah dalam kesempatan yang sama menyampaikan, bagi wisata dapat memperhatikan kearipan lokal, syariat islam yang merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Silahkan berusaha melakukan bisnis wisata tapi jaga pelaksanaan syariat islam. Kami juga akan melakukan hal yang sama ditempat objek wisata yang lain dalam Kabupaten Bener Meriah, ini yang memiliki potensi yang kurang baik,” ujar Abuya Sarkawi.

Kita juga akan mendekati dan bernegosiasi terlebih dahulu dengan pemilik usaha, kewajiban kita bersama untuk menjaga syariat islam di Bener Meriah ini, sesuai dengan visi kita untuk menjadikan Bener Meriah yang islami, terang Abuya Sarkawi.

Terkait penertiban dan pembongkaran Jamur Gogop itu, Bedul selaku pemilik pada saat itu menyampaikan, dirinya menerima keputusan bupati Bener Meriah untuk menjadikan objek wisata Ali-Ali menjadi lebih baik dan islami.

“Saya selaku pemilik usaha wisata Ali-Ali dapat menerima keputusan bupati untuk menjadikan objek wisata ini menjadi tempat yang baik,”kata Bedul.

Pantauan dilapangan, Bupati dan wakil bupati Bener Meriah sebelumnya bersama tim melakukan penertiban dan pembongkaran jamur di Ali-Ali, terlebih dahulu membuka Liga Santri Nusantara Regional Sumatera II di lapangan Bataliyon 114 Satria Musara.(01)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*