64 Murid di SD N 4 Atu Lintang Terancam Minim Ilmu Pengetahuan

Takengen (LeuserAntara) : Akibat kekurangan tenaga guru berstatus PNS di SD N 4 Atu Lintang, Kec. Linge, Aceh Tengah, sebanyak 64 murid yang menuntut ilmu terancam tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara optimal.

Hal itu diutarakan para wali murid di Kp. Despot Kec. Linge, Aceh Tengah. Menurut mereka, selama ini kekurangan tenaga guru PNS di SD tersebut telah menjadi keluhan masyarakat.

Adapun tenaga pengajar berstatus PNS di SD N 4 hanya satu orang (kepala sekolah). Namun, karena Rahmah selaku kepala sekolah kerap sakit sejak beberapa bulan terakhir, untuk proses mengajar dibantu oleh 5 orang tenaga pengajar. 4 guru bakti dan 1 berstatus tenaga kontrak.

“Selain persoalan kondisi kepala sekolah kerap sakit dan jarang ngantor, sebelumnnya kami sudah pernah mengajukan surat tuntutan ke bupati Aceh Tengah pada 10 Oktober 2017. Isinya mendesak kepala sekolah mundur diberhentikan karena berbagai persoalan,” kata beberapa wali murid kepada LeuserAntara. com, baru-baru ini.

Dalam copy-an dokumen yang diterima media ini, tuntutan warga Despot pada saat itu tertuang dalam surat No. 69/DPL/10/2017.  Ditandatangani oleh 100 warga setempat serta diketahui Ketua Komite Sekolah, Sadikin, Ketua RGM, Suwarno, Reje Kampung, Samudri dan Kepala UPT Disdik Kec. Atu Lintang, Ahmad Sukardi.

Adapun isi tuntutannya, meminta Rahmah selaku kepala sekolah diberhentikan karena diduga telah melakukan penyalahgunaan rumah dinas guru. Selain itu, terindikasi melakukan penyalah gunaan wewenang dalam bentuk nepotisme menempatkan suami sebagai penjaga sekolah, anak lakinya sebagai guru olahraga dan anak perempuannya membuka kantin di lingkup SD N 4 Atu Lintang.

“Surat tersebut juga sudah kami antar ke Kantor Disdik kabupaten. Namun bukan ditindaklanjuti, malah suratnya ada ditangan ibu Rahmah. Dampaknya, kami warga di sini dilabraknya ke rumah. Imbasnya lainnya, anak-anak kami yang belajar di sekolah kerap kena marah,” kata warga tersebut.

Selain itu, informasi lain yang diterima media ini, minimnya tenaga guru berstatus PNS menyebabkan proses belajar mengajar terlantar di sana. 4 tenaga bakti dan 1 tenaga kontrak yang aktif di sana terpaksa membagi waktu mengajar karena kebutuhan ekonomi. Dimana dalam satu hari hanya dua guru yang masuk mengajar. Artinya, 1 guru bakti harus mengisi mata pelajaran untuk tiga (3) klas dalam satu hari.

*Lapor Anggota DPRK Aceh Tengah

Belum adanya solusi menangani keluhan atas tindak tanduk kepala sekolah SD N 4 Atu Lintang, warga Despot Linge tidak “patah arang”. Mereka juga pada waktu itu, menemui Ismail Aman Nir anggota DPRK Aceh Tengah dari Dapil II (dua). Keluhan warga tetap sama, menuntut kepala sekolah diganti dan perlunya penambahan tenaga guru berstatus PNS untuk meningkatkan mutu pendidikan anak di daerah pinggiran itu.

“Hasil laporan kami dengan Pak Nir (Ismail-red) juga nihil. Buktinya, sampai saat ini tuntutan kami belum terealisasi. Padahal ini penting karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak kami di sini,” ungkap seorang sumber diamini warga.

*Dugaan Teken Palsu

Sementara, Kadis Pendidikan Aceh Tengah, Nasaruddin saat dimintai keterangannya, Senin (5/3)via selular belum mengetahui apakah  kondisi  Rahmah selaku kepala sekolah sakit atau tidak. Namun sejauh ini sepengetahuannya aktifitas belajar mengajar di SD N 4 Atu Lintang masih berjalan normal lantaran masih ada 5 guru yang mengajar.

“Memang benar, beberapa bulan lalu ada laporan warga Despot Linge terkait permasalahan tenaga pengajar. Dokumen keberatan warga di bubuhi tandatangan. Namun, setelah kami turun ke sana mengkroscek, sebagian tandatangan di berkas tersebut palsu, meski ada juga warga yang benar-benar meneken,” kata Nasaruddin.

Dalam persoalan itu juga, ia menyampaikan, sebelumnya diduga ada muatan dugaan upaya politisir, dimana masyarakat telah membuat laporan ke anggota DPRK Aceh Tengah (Ismail-red) . Namun, pihak dinas sudah berkoordinasi langsung dengan dewan dan berupaya meluruskan keluhan warga karena lembaga sekolah merupakan tempat pendidikan.

“Mengenai kurangnya tenaga PNS di sana, itu kita akui. Hal ini karena Aceh Tengah saat ini masih kekurangan 422 lebih tenaga guru berstatus PNS. Kekurangan tersebut disebabkan oleh adanya guru yang sudah memasuki masa pensiun.”

“Pun begitu, proses belajar mengajar masih berjalan normal dengan dibantu tenaga honorer/bakti yang masih berusia muda dan energik. Bahkan, dari segi mutu pendidikan Aceh Tengah masih terbaik di Provinsi Aceh serta masuk dalam tiga besar dari segi prestasi di setiap tahunnya. ” sebutnya.

Mengenai laporan warga terkait kondisi belajar, kantin sekolah dan jarangnya kepala sekolah ngantor karena sakit, Nasaruddin mengatakan, pihaknya akan segera mencermati persoalan tersebut.

“Apakah benar Bu Rahma sakit? Jika memang sakit dan tidak memungkinkan lagi mengajar, maka kita minta dia mengundurkan diri dari kepala sekolah dengan mencantumkan surat keterangan sakit. Selanjutnya kami akan mengganti guru lain di sana. Namun untuk lebih jelasnya kami cek dulu kebenarannya,” jelasnya.

Sedangkan, untuk persoalan lainnya seperti indikasi nepotisme pemanfaat fungsi rumah dinas dan dugaan adanya 1 tenaga guru yang mengajar untuk 3 klas dalam satu hari yang dinilai kurang efektif untuk standar mengajar di SDN 4 Atu Lintang, Dinas Pendidikan akan menurunkan petugas ke sana. ” Untuk mengkroscek setiap kemungkinan permasalahan di sekolah dasar Despot Linge, saya segera turunkan petugas dinas ke sana,”  tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Senin (5/3) siang, belum diperoleh klarifikasi dari Rahmah, Kepala Sekolah SD N 4 Atu Lintang mengenai keluhan warga Despot Linge. [] (Laporan: Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*