Beranda BERITA 6 Pesawat Asing Angkut Bantuan Kemanusiaan Sulteng

6 Pesawat Asing Angkut Bantuan Kemanusiaan Sulteng

BERBAGI

Kota Palu (LeuserAntara): 6 pesawat asing angkut 103 ton bantuan kemanusiaan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Rabu kemarin.

Enam pesawat tersebut merupakan dukungan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura. Sebanyak 64 sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat angkut militer membawa bantuan dari Balikpapan sebagai entry point menuju Palu.

Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan. Bantuan pangan yang dibongkarmuat tersebut berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras.

Sedangkan non pangan didominasi tenda. Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit forklift yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam press realise yang diterima media ini, Sabtu (20/10). Menurutnya, sejauh ini BNPB melaporkan, bantuan yang belum terkirim per 17 Oktober 2018 terdiri dari 32 unit genset dari Cina sebanyak 32 unit (3,46 ton) dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton).

“Bantuan ini akan diangkut dan dikirim ke Palu dengan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dan Jepang. Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan,” paparnya.

Dijelaskannya, tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesia selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah (Sulteng). Negara tersebut antara lain; Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada dan Korea.

Selanjutnya; Malaysia, Perancis, Qatar, RRT, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turkei, dan Ukraina. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.

“Tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan sekolah. Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, total sekolah terdampak bencana mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, berjumlah 1.185 unit.

Adapun kerusakan terbesar teridentifikasi di Kabupaten Donggala (499 unit), Kota Palu (359), Kabupaten Sigi (234) dan Kabupaten Parigi Moutong (93). Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit.

“Lain itu, sampai saat ini, ribuan tenda untuk kelas darurat masih dibutuhkan di wilayah terdampak,” tukas Sutopo. [] (rel/Editor: Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here